Poin Penting
- Free float saham RELI saat ini sebesar 14,45 persen, masih kurang 0,55 persen dari ketentuan 15 persen.
- RELI menyiapkan opsi pengurangan kepemilikan saham afiliasi untuk menambah porsi saham publik.
- Manajemen memiliki waktu hingga 2029 untuk memenuhi ketentuan tersebut.
Jakarta – PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) tengah menyiapkan strategi untuk memenuhi ketentuan minimum free float saham publik sebesar 15 persen.
Saat ini, porsi free float RELI tercatat 14,45 persen. Artinya, perseroan masih membutuhkan tambahan sekitar 0,55 persen untuk mencapai batas minimum tersebut.
Direktur RELI Reza Priyambada mengatakan selisih tersebut relatif tipis. Namun, perseroan masih memiliki waktu untuk menyesuaikan kepemilikan saham sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau kami lihat dari ketentuan yang ada, emiten yang memiliki market cap di bawah masih memiliki waktu sampai dengan 2029, sehingga kami masih banyak memiliki waktu untuk bisa menuju target tersebut,” ucap Reza dalam Public Expose Live di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Baca juga: Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) Catat Laba Tahun Berjalan Rp9,47 M per September 2025
Reza mengatakan manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memenuhi ketentuan free float secara bertahap.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengurangi kepemilikan saham pihak afiliasi. Dengan begitu, porsi saham yang dimiliki masyarakat atau investor publik bisa meningkat.
“Upaya yang kami lakukan adalah, di satu sisi bisa saja dari afiliasi mengurangi posisinya, sehingga porsi kepada masyarakat atau pemegang saham publik itu bisa diperbesar. Terkait dengan free float, kami juga sudah melakukan penjajakan kepada investor-investor strategis,” imbuhnya.
Baca juga: Respons Reliance Sekuritas (RELI) soal Dampak Demutualisasi BEI
Selain itu, RELI telah menyiapkan kerangka kerja internal yang komprehensif guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi bursa berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas harga saham di pasar.
RELI Punya Waktu hingga 2029
Dengan waktu penyesuaian yang masih cukup panjang, manajemen RELI tidak ingin terburu-buru mengambil langkah.
Perseroan memilih menyiapkan strategi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan maupun pemegang saham publik.
“Kami sudah memiliki timeline internal sendiri untuk menanggulangi aturan terkait 15 persen free float. Karena kami masih punya waktu yang lumayan cukup banyak untuk pemenuhan ketentuan tersebut, makanya kami inginnya langkah yang akan kami tentukan itu jauh lebih strategis lagi ke depannya,” tutup Reza. (*)


