Poin Penting
- Purbaya mengaku beratnya pekerjaan sebagai Menkeu membuat berat badannya turun dari 102 kg menjadi 97 kg
- Purbaya menilai ekonomi Indonesia mulai keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen dan menuju 6 persen
- Menkeu melihat sektor swasta mulai bergerak dan optimistis pertumbuhan ekonomi 6 persen bisa dicapai.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan suka dukanya selama satu tahun menjabat sebagai Bendahara Negara.
Purbaya mengaku sejak ditugaskan sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Prabowo Subianto, pekerjaaanya cukup berat sehingga berdampak pada berat badannya.
“Dukanya dulu lah. Nah, paling gampang kalau lihat badan saya kan. Pas jadi menteri saya 102 (kilogram). Sekarang 97 (kg). Sebelumnya turun sampai 88. Berarti kerjanya emang berat di Kementerian Keuangan,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Meski demikian, Purbaya menyebut mendapatkan pengalaman menarik ketika menjadi Menteri Keuangan, khususnya ketika dapat menguji teori ekonomi secara langsung di lapangan.
Baca juga: Purbaya Bantah Penyaluran Gaji ASN Bakal Dialihkan dari BPD ke Himbara
“Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan ya. Itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung. Dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan,” ucapnya.
Purbaya mennambahkan, meski ekonomi Indonesia saat ini belum tumbuh tinggi, namun sudah mulai menunjukkan arah yang positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia telah keluar jebakan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen.
“Jadi walaupun ekonomi Indonesia sekarang belum lari kencang-kencang amat, tapi sudah keluar, saya pastikan sudah keluar dari pertumbuhan 5 persen,” pungkasnya.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,39 persen pada kuartal IV 2025, kemudian meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan sedikit melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026 yang dipengaruhi oleh gangguan ekonomi global.
Meski demikian, Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergerak mendekati level 6 persen.
“Tapi sekarang siap untuk gerak ke arah 6 persen lagi. Saya pikir kuartal tahun ini bisa mendekati 6 persen pertumbuhannya. Jadi untuk senangnya sih di situ, untuk ekonom seperti saya. Yang paling menarik adalah ketika teori bisa diuji di lapangan. Dan tadi hasilnya sesuai dengan kenyataan,” imbuhnya.
Purbaya mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang membuat perekonomian Indonesia belum tumbuh secara optimal. Namun, Purbaya melihat tanda-tanda positif dari mulai bergeraknya mesin pertumbuhan ekonomi, seperti sektor swasta.
“Tapi yang penting adalah saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak. Sektor privat mulai bergerak pelan-pelan, lebih cepat dari sebelumnya. Ia juga menilai sektor swasta mulai menunjukkan pergerakan yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Pemerintah juga berjalan dengan baik,” tambahnya.
Baca juga: Purbaya Siap Tambah Anggaran untuk Penanganan Bencana Alam
Dengan kondisi tersebut, Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen akan bisa dicapai.
“Harusnya sih kalau ini dijaga terus, ya pertumbuhan 6 persen gak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama


