Poin Penting
- HDFA menargetkan pembiayaan baru Rp4,15 triliun sepanjang 2026.
- Pembiayaan baru semester I 2026 mencapai Rp1,64 triliun, didominasi factoring.
- NPF net membaik menjadi 2,62 persen dan perseroan kembali mencatat laba bersih.
Jakarta – PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp4,15 triliun sepanjang 2026.
Direktur HDFA Setiawan Nurtjahja mengatakan perseroan akan melanjutkan ekspansi secara terukur untuk mencapai target tersebut. Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian.
Diketahui, hingga semester I 2026, HDFA telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp1,64 triliun. Segmen factoring menjadi kontributor terbesar dengan porsi 54,88 persen atau sekitar Rp900 miliar.
“Diikuti Asset Based Financing (ABF) sebesar Rp0,56 triliun atau 34,15 persen, diikuti pembiayaan modal kerja sebesar Rp0,18 triliun atau 10,98 persen,” kata Setiawan dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Baca juga: AKRA Realisasikan Capex Rp546 Miliar di Semester I 2026, Ini Penggunaannya
Lalu dari sisi piutang pembiayaan per Juni 2026 tercatat sekitar Rp2,6 triliun. Di samping itu tingkat kredit macet atau Non-Performing Financing (NPF) Net membaik menjadi 2,62 persen dari 3,30 persen pada akhir 2025 atau turun 68 basis point.
“Perbaikan ini mencerminkan hasil penguatan proses pemantauan portofolio, penagihan, dan mitigasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan,” imbuhnya.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Baru untuk UMKM, Suku Bunga Flat 8 Persen
Adapun dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat pendapatan Rp200,4 miliar dan beban operasional Rp199 miliar pada semester I 2026.
Selain itu, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,53 miliar per Juni 2026 dari posisi rugi sebanyak Rp82 miliar pada akhir 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra


