Poin Penting
- Alfamidi menganggarkan belanja modal atau capex Rp1,5 triliun untuk membuka 200 gerai baru pada 2026
- Meski daya beli melemah, MIDI tetap ekspansi dengan target penambahan 200 gerai sepanjang 2026
- Kuartal I 2026, MIDI mencatat laba bersih Rp265 miliar, naik 43,5 persen, dan menyiapkan ekspansi agresif tahun depan.
Tangerang – Di tengah pelemahan daya beli konsumen dan kondisi ekonomi dibayangi ketidakpastian tinggi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) tetap akan melakukan ekspansi bisnis. Perseroan menyiapkan belanja modal hingga Rp1,5 triliun untuk mendukung rencana ekspansi 2026.
Suantopo Po, Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk memaparkan, belanja modal itu disiapkan untuk mendukung target perseroan yang berencana menambah 200 jaringan gerai baru sepanjang 2026.
“Jadi dapat kami sampaikan bahwa perseroan menargetkan pembukaan gerai sebanyak 200 gerai di tahun 2026. Adapun kebutuhan capex-nya adalah sekitar Rp1,5 triliun. Jadi untuk 200 gerai itu sekitar Rp1,5 triliun,” kata Suantopo dalam public expose PT Midi Utama Indonesia Tbk di Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca juga: Tingkatkan Nilai Tambah, Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini
Ia mengungkapkan, strategi ekspansi emiten ritel berkode saham MIDI ini di 2026 mencakup empat aspek. Pertama, dari sisi operasional, perseroan akan terus memperkuat positioningnya sebagai perusahaan ritel multiformat. Dengan brand Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh.
MIDI juga akan terus meningkatkan standar dan kualitas pelayanan, termasuk dengan mengoptimalkan layanan belanja online melalui aplikasi Midi Kriing dan channel lain.
Lalu dari sisi merchandising, perseroan akan menyediakan produk yang lebih lengkap, dengan mengoptimalkan area penjualan dan optimalisasi margin.
Selanjutnya, dari sisi marketing, MIDI akan melanjutkan strategi pemasaran yang komprehensif. Di luar itu, perseroan akan terus memperkuat kualitas SDM dan penerapan prinsip good corporate governance (GCG).
Suantopo mengatakan, meski kondisi ekonomi terbilang menantang, industri ritel masih mempunyai ruang untuk tumbuh. Potensi industri ini masih menjanjikan, terlebih disokong oleh digitalisasi yang semakin matang dan penertrasi ritel modern ke wilayah-wilayah baru, dan meningkatnya permintaan akan produk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: RUPST MIDI Sepakat Tebar Dividen Rp396 Miliar, Setara Rp11,85 Per Saham
Dari sisi kinerja, per kuartal I 2026, MIDI membukukan pendapatan neto sebesar Rp5,88 triliun, atau meningkat 5,43 persen ketimbang Rp5,43 triliun.
Kenaikan pendapatan neto juga mendorong pertumbuhan laba bersih perseroan yang mencapai Rp265 miliar, atau tumbuh 43,5 persen secara tahunan.
Per Maret 2026, perseroan memiliki 2.627 gerai, atau bertambah 40 gerai dibandingkan akhir 2025. Rinciannya terdiri dari 2.541 gereai Alfamidi, 82 gerai Alfamidi Super, dan empat gerai Midi Fresh. (*) Ari Astriawan


