Poin Penting
- BI mencatat kredit belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp2.576 triliun atau 22,41 persen dari total plafon kredit pada Mei 2026.
- BI optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 8-12 persen, didukung likuiditas perbankan dan pertumbuhan DPK yang kuat.
- Kredit perbankan tumbuh 11,51 persen pada Mei 2026, dengan kredit investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan mencapai Rp2.576 triliun pada Mei 2026. Nilai tersebut setara 22,41 persen dari total plafon kredit yang tersedia.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, besarnya kredit yang belum dicairkan tersebut masih berpotensi mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke depan. BI pun optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 8-12 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Breaking News! BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75 Persen
Menurut Perry, prospek pertumbuhan kredit juga ditopang oleh kapasitas pembiayaan perbankan yang masih memadai. Hal itu tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 24,74 persen.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga masih mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 13,47 persen secara tahunan pada Mei 2026.
“Selain itu, perkembangan suku bunga perbankan diharapkan juga mendukung prospek kredit, di mana pada Mei 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72 persen dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26 persen,” pungkasnya.
Baca juga: BI Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, Ketahanan Industri Tetap Kuat
BI sebelumnya mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Mei 2026 mencapai 11,51 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,98 persen.
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit investasi yang meningkat 21,95 persen, kredit modal kerja sebesar 8,09 persen, dan kredit konsumsi sebesar 5,89 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


