Poin Penting
- BI mencatat kredit perbankan tumbuh 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan 9,98 persen pada April 2026.
- Pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi yang naik 21,95 persen, disusul kredit modal kerja 8,09 persen dan kredit konsumsi 5,89 persen.
- Ketahanan perbankan tetap kuat dengan CAR sebesar 23,97 persen dan rasio NPL yang rendah, sehingga mampu menghadapi berbagai risiko global.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh double digit sebesar 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98 persen yoy.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
“Kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51 persen yoy, lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98 persen yoy,” ujar Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Breaking News! BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75 Persen
Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit investasi yang meningkat 21,95 persen, kredit modal kerja sebesar 8,09 persen, dan kredit konsumsi sebesar 5,89 persen.
Perry menyampaikan perkembangan suku bunga perbankan diharapkan turut mendukung prospek penyaluran kredit. Pada Mei 2026, suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72 persen, sedangkan suku bunga deposito satu bulan berada di level 4,26 persen.
Ketahanan Perbankan Tetap Kuat
BI menilai ketahanan industri perbankan tetap kuat dalam memitigasi risiko, termasuk dampak dari konflik di Timur Tengah. Hal tersebut tecermin dari likuiditas yang memadai, permodalan yang kuat, dan risiko kredit yang tetap terjaga rendah.
“Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada April 2026 tercatat tinggi sebesar 23,97 persen, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit,” pungkasnya.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan Bos-Bos Bank Himbara dan Menko Airlangga di Istana, Ini yang Dibahas
Sementara, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17 persen (bruto) dan 0,84 persen (neto) pada April 2026.
“Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik,” ungkap Perry. (*)
Editor: Yulian Saputra


