Poin Penting
- Emiten AMRT membagikan dividen Rp1,7 triliun (50 persen laba 2025), naik dari tahun sebelumnya dan dibayar 25 Juni 2026
- Laba AMRT pada 2025 naik jadi Rp3,41 triliun, pendapatan Rp126,74 triliun, didukung kinerja digital dan omnichannel
- Gerai Alfamart bertambah 1.159 unit menjadi 24.434, AMRT fokus ekspansi, logistik, dan digital di tengah tekanan daya beli.
Tangerang – Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp1,7 triliun, atau setara 50 persen dari total laba bersih 2025 sebesar Rp3,41 triliun.
Jumlah dividen yang dibagikan naik 21,43 persen ketimbang Rp1,4 triliun di tahun sebelumnya. Nilai dividen per sahamnya pun naik dari Rp34,11 per saham menjadi Rp45,10 per saham. Rasio pembayaran dividen AMRT juga meningkat dibandingkan 40 persen di tahun sebelumnya.
“Dividen yang dibagikan Rp1,7 triliun atau Rp41,5 per saham. Dividend payout ratio 50 persen, naik dari 40 persen di tahun lalu,” kata Tomin Widian, Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam public expose yang digelar usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca juga: Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun, Begini Strategi Ekspansi Alfamidi di 2026
Ia menambahkan, pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 25 Juni 2026 mendatang.
Adapun sepanjang 2025, di tengah berbagai dinamika yang dihadapi industri ritel, AMRT
membukukan kinerja positif. Perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp126,74 triliun, atau naik 7,20 persen year on year (yoy) dibandingkan Rp118,23 triliun di tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan turut mendongkrak perolehan laba laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun, atau meningkat 8,25 persen dari Rp3,15 triliun di tahun sebelumnya.
Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, mengatakan, capaian ini mencerminkan keberhasilan AMRT dalam mempertahankan kinerja usaha di tengah tekanan eksternal.
Kinerja positif itu didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi antara lain melalui Alfagift, aplikasi yang mengintegrasikan offline dan online channel (omnichannel), efektivitas strategi promosi, kemampuan perseroan dalam menjaga ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta peningkatan loyalitas pelanggan melalui analisis data konsumen.
Dari sisi operasional, AMRT beserta entits anak berhasil merealisasikan penambahan 1.159 gerai baru sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Total jumlah gerai ritel pada akhir 2025 mencapai 24.434 gerai, meningkat dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang tercatat sebanyak 23.277 gerai.
Hans Prawira melanjutkan, tahun lalu perseroan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, baik dari aspek keberlanjutan maupun dinamika ekonomi. Dari sisi eksternal, tingkat inflasi dan penurunan daya beli masyarakat memberikan tekanan terhadap kemampuan AMRT dalam menjaga ketersediaan produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.
Baca juga: Dukung Ekonomi Sirkular, Emiten AMRT Operasikan 100 UCollect Box Terintegrasi Alfagift
“Kondisi ini mendorong perubahan perilaku konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja. Namun demikian, perseroan masih memiliki peluang pertumbuhan mengingat produk yang dipasarkan merupakan kebutuhan primer dengan permintaan yang relatif stabil, didukung oleh penerapan strategi promosi yang efektif untuk menjaga daya tarik harga serta mendorong loyalitas pelanggan,” paparnya.
Di tahun ini, AMRT melihat prospek industri ritel di Indonesia akan tetap positif seiring dengan momentum pemulihan ekonomi domestik dan pertumbuhan permintaan konsumen.
Untuk mengoptimalkan peluang pasar, AMRT akan memperkuat segmen digital dan omnichannel, termasuk integrasi layanan digital yang mendukung pengalaman pelanggan omnichannel.
Perseroan juga akan mengoptimalkan operasi supply chain & logistik guna memastikan ketersediaan produk dan respons terhadap perubahan permintaan konsumen. (*) Ari Astriawan


