Poin Penting
- ITSEC Asia dan PT INTI memperkuat kolaborasi keamanan siber untuk sektor pemerintah dan BUMN.
- Kerja sama mencakup pengembangan solusi keamanan digital, peningkatan kapabilitas SOC, serta penguatan SDM.
- ITSEC Cyber & AI Academy akan mengembangkan pelatihan cybersecurity dan AI sesuai kebutuhan industri.
Jakarta – Meningkatnya serangan siber terhadap sektor pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN) mendorong PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem keamanan digital.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ITSEC Asia dan PT INTI, serta PT INTI dengan PT ITSEC Cyber & AI Academy, Rabu, 23 Juli 2026.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan solusi dan layanan keamanan siber, peningkatan kemampuan Security Operations Center (SOC), hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca juga: Unpad: 49 Persen Insiden Siber Sektor Keuangan Berasal dari Pihak Ketiga
Kebutuhan Pertahanan Siber Terus Meningkat
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, membeberkan bahwa kebutuhan terhadap sistem pertahanan siber terus menanjak seiring masifnya transformasi digital di berbagai sektor.
“Organisasi membutuhkan kemampuan untuk melindungi infrastruktur dan data mereka sekaligus memastikan adanya sumber daya manusia yang mampu mengelola keamanan tersebut,” ujar Patrick dalam keterangannya, dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, kolaborasi dengan PT INTI diharapkan bisa memperkuat kesiapan sektor BUMN dan pemerintahan dalam menghadapi ancaman siber melalui kombinasi teknologi, keahlian teknis, serta peningkatan kapasitas SDM.
Dalam kerja sama tersebut, ITSEC Asia bakal menyediakan berbagai solusi keamanan siber, mulai dari konsultasi teknis, pengembangan sistem, proof of concept (PoC), demonstrasi produk, implementasi, hingga transfer pengetahuan kepada mitra.
Baca juga: Merger Asuransi BUMN Bergulir, Taspen Nilai Faktor Ini Jadi Penentu
Di sisi lain, PT INTI akan mendukung pengembangan peluang bisnis di lingkungan BUMN, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah. Perseroan juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas di kantor pusatnya sebagai pusat pelatihan keamanan siber dan pengembangan kapabilitas SOC.
Sementara itu, Direktur PT INTI, Herry Jasman, mengatakan keamanan siber kini menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan transformasi digital nasional.
“Melalui kolaborasi dengan ITSEC Asia, PT INTI ingin memperkuat kapabilitas nasional dengan menghadirkan solusi keamanan siber yang lebih komprehensif, sekaligus membangun ekosistem yang mampu menjawab kebutuhan sektor pemerintah, BUMN, maupun industri secara berkelanjutan,” kata Herry.
Penguatan Talenta Jadi Kunci
Selain memperkuat infrastruktur keamanan digital, kerja sama juga difokuskan pada pengembangan talenta melalui ITSEC Cyber & AI Academy.
Anak usaha ITSEC Asia itu akan mengembangkan program pelatihan, pendidikan, workshop, seminar, hingga penyusunan kurikulum di bidang cybersecurity dan AI yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Baca juga: Ribuan Scammer WNI Pulang Kampung, OJK: Perlindungan Adalah Hak Nasabah
President Director ITSEC Cyber & AI Academy Yulius C. Rusli mengatakan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber dan AI terus meningkat seiring berkembangnya ancaman digital.
“Kebutuhan akan talenta dengan kemampuan cybersecurity dan AI terus berkembang, sementara organisasi juga membutuhkan kompetensi yang sesuai dengan tantangan yang mereka hadapi. Karena itu, pengembangan talenta perlu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Menurut Yulius, pelatihan tidak cukup hanya berfokus pada teori, tetapi juga harus menghasilkan kompetensi yang dapat langsung diterapkan dalam lingkungan kerja. (*)
Editor: Yulian Saputra


