Poin Penting:
- Indonesia mengecam penyerangan kapal komersial di Laut Merah karena melanggar hukum internasional.
- Houthi mengeklaim menyerang dua kapal tanker Arab Saudi menggunakan rudal dan drone.
- IMO memperingatkan serangan tersebut mengancam rantai pasok global dan keselamatan pelayaran.
Jakarta – Pemerintah Indonesia mengecam keras penyerangan kapal komersial di Laut Merah. Serangan itu dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam pelayaran global.
Sikap tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun X, Jumat, 24 Juli 2026. Indonesia juga meminta semua pihak menahan diri demi mencegah eskalasi konflik.
Pemerintah menegaskan seluruh pihak wajib menghormati hukum internasional. Termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Baca juga: Buntut Blokade Laut Merah, AS-Inggris Bombardir Houthi di Yaman
Indonesia Soroti Keselamatan Pelayaran di Laut Merah
Kementerian Luar Negeri menilai serangan itu membahayakan keselamatan pelayaran internasional. Dampaknya juga mengganggu perdagangan dan stabilitas kawasan.
“Tindakan penyerangan tersebut melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik Yaman. Jalur politik harus inklusif dan dipimpin masyarakat Yaman sendiri.
Proses tersebut harus difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kedaulatan dan integritas wilayah Yaman juga wajib dihormati.
Houthi Klaim Serang 2 Kapal Tanker
Sebelumnya, kelompok Houthi Yaman mengaku menyerang dua kapal tanker Arab Saudi. Serangan dilakukan di Laut Merah menggunakan rudal dan drone.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengidentifikasi kapal itu sebagai ENCELIA dan LAYLA. Menurutnya, keduanya melanggar pembatasan maritim yang diumumkan Houthi.
Houthi juga menyebut kedua kapal melanggar embargo pelayaran. Embargo itu berlaku bagi kapal yang berlabuh di pelabuhan Arab Saudi.
Baca juga: Pemerintah Buka Lowongan 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih, Ini Syarat dan Link Resminya
Di sisi lain, United Kingdom Maritime Trade Operations menerima laporan insiden kapal tanker. Lokasinya sekitar 70 mil laut barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi.
Nakhoda kapal melaporkan proyektil tak dikenal menghantam kapalnya. Benturan itu memicu kebakaran yang dipadamkan awak kapal.
IMO Ingatkan Risiko Rantai Pasok Global di Laut Merah
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menilai serangan mengancam perdagangan dunia. Jalur pelayaran di Laut Merah sangat penting bagi rantai pasok global.
Menurut Dominguez, serangan berulang meningkatkan ketegangan kawasan. Kondisi itu juga mengganggu kebebasan navigasi internasional.
Ia meminta semua pihak segera melakukan de-eskalasi konflik. Ancaman tersebut membahayakan pelaut dan lingkungan laut.
Baca juga: Uni Eropa dan GCC Kompak Tolak Pembatasan Pelayaran di Selat Hormuz
Dominguez juga mengingatkan potensi pencemaran akibat insiden kapal. Risiko itu dapat memperburuk dampak terhadap perdagangan internasional.
Indonesia berharap ketegangan di Laut Merah segera mereda. Penghormatan terhadap hukum internasional dinilai menjadi kunci menjaga keselamatan pelayaran global. (*)
Editor: Yulian Saputra


