Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.196,43 pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
- Kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global menekan IHSG.
- Sebanyak 587 saham terkoreksi dan seluruh 11 sektor mencatat pelemahan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, bertahan ditutup di zona merah ke posisi 6.196,43 atau melemah 1,88 persen dari posisi sebelumnya di 6.315,31.
Manajemen Phintraco Sekuritas menilai, pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari kenaikan harga minyak mentah yang memicu aksi ambil untung (profit taking).
“Konflik di Timur Tengah jika berkepanjangan dikhawatirkan akan membuat harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama yang akan berakibat pada meningkatnya kembali laju inflasi global,” tulis Manajemen dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Turun 1,75 Persen, Ini Pemicunya
587 Saham Terkoreksi
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 587 saham terkoreksi, 104 saham menguat, dan 105 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 37,86 miliar saham diperdagangkan dengan 2,25 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp17,71 triliun.
Baca juga: Purbaya Bongkar Rumor Penurunan Rating S&P yang Diduga Bikin IHSG Anjlok
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri terpantau melemah, dengan LQ45 turun 1,97 persen ke 614,79, IDX30 merosot 1,86 persen jadi 345,99, Sri-Kehati melemah 1,77 persen ke 299,96, dan JII turun 2,71 persen menjadi 371,91.
11 Sektor Kompak Melemah
Tak hanya itu, tekanan juga terjadi di seluruh 11 sektor saham. Sektor siklikal menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 3,04 persen, disusul sektor bahan baku yang merosot 3,02 persen.
Sektor energi turun 2,82 persen, transportasi melemah 2,70 persen, dan keuangan terkoreksi 2,00 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur turun 1,63 persen.
Baca juga: IHSG Anjlok Jelang Akhir Sesi I, Analis Ungkap Biang Keroknya
Selanjutnya, sektor industrial melemah 1,47 persen, non-siklikal merosot 1,45 persen, teknologi turun 1,41 persen, properti melemah 1,16 persen, dan kesehatan terkoreksi 0,26 persen.
SUNI hingga AKRA Masuk Top Gainers
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Sementara itu, saham yang masuk jajaran top losers adalah PT MD Entertaiment Tbk (FILM), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Baca juga: IHSG Parkir di Zona Merah, Saham CFIN, BIRD, dan ESSA jadi Top Losers
Adapun tiga saham yang paling banyak diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). (*)
Editor: Yulian Saputra


