Poin Penting
- Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 8,1 persen yoy menjadi Rp9.718,8 triliun pada Juni 2026, melambat dari 10,8 persen yoy pada Mei
- Adapun penyaluran kredit naik 12,1 persen yoy menjadi Rp8.916,7 triliun, didorong pertumbuhan kredit korporasi dan investasi
- Kredit investasi tumbuh 22,5 persen yoy, sementara kredit modal kerja meningkat 9,6 persen yoy dan kredit konsumsi relatif stabil di 5,7 persen yoy.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp9.718,8 triliun atau tumbuh 8,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski masih mencatat pertumbuhan positif, laju DPK tersebut melambat dibandingkan Mei 2026 yang tumbuh 10,8 persen (yoy).
Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, perlambatan DPK dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan giro dan tabungan. Giro tumbuh 10,2 persen (yoy), turun dari 20,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, tabungan tumbuh 8,2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 10,2 persen (yoy).
Di sisi lain, simpanan berjangka mencatat perbaikan dengan pertumbuhan 6,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 3,5 persen (yoy).
Baca juga: Airlangga: BI Rate Tetap 5,75 Persen Bisa Dongkrak Kredit Perbankan
Berdasarkan kelompok nasabah, pertumbuhan DPK ditopang oleh simpanan korporasi dan perorangan yang masing-masing tumbuh 12,7 persen (yoy) dan 2,8 persen (yoy). Namun, laju tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang masing-masing mencapai 18,7 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy).
Sementara itu, kelompok DPK lainnya mencatat akselerasi pertumbuhan dari 3,5 persen (yoy) pada Mei 2026 menjadi 12,2 persen (yoy) pada Juni 2026.
Di tengah perlambatan penghimpunan DPK, penyaluran kredit perbankan justru menunjukkan akselerasi. Hingga Juni 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp8.916,7 triliun atau tumbuh 12,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang sebesar 10,8 persen (yoy).
Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit kepada debitur korporasi yang mencapai 19,3 persen (yoy), naik dari 17,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh 3,5 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 3,4 persen (yoy).
Ditinjau berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 9,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 7,9 persen (yoy). Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penyaluran kredit ke sektor industri pengolahan dan konstruksi.
Baca juga: BI Proyeksikan Penyaluran Kredit Baru Melambat pada Kuartal III 2026
Adapun Kredit Investasi (KI) mencatat pertumbuhan 22,5 persen (yoy), meningkat dari 20,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi dan industri pengolahan.
Sementara itu, Kredit Konsumsi (KK) tumbuh relatif stabil sebesar 5,7 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang sebesar 5,8 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang masing-masing tumbuh 4,4 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 4,7 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy). Di sisi lain, kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi sebesar 9,9 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


