Poin Penting
- Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 sekitar 5,4 persen secara tahunan.
- Tidak adanya momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi tantangan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II.
- Pemerintah optimistis ekonomi semester II 2026 tumbuh lebih cepat dengan menjaga kecukupan likuiditas.
Jakarta – Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 tetap berada di atas 5 persen. Proyeksi tersebut disampaikan meski tidak ada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadan dan Idulfitri yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pada kuartal I 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan ekonomi kuartal II 2026 ekonomi tumbuh sekitar 5,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kemarin 5,6 persen (ekonomi kuartal I 2026), mungkin triwulan kedua 5,4 persen sampai 5 poin sekian,” kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Indonesia Turun ke Peringkat 4 Ekonomi Halal Dunia, Ekosistem Jadi Sorotan
Meski proyeksi pertumbuhan kuartal II lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya, Purbaya meyakini perekonomian akan kembali tumbuh lebih cepat pada semester II 2026.
Optimisme tersebut akan didukung dengan upaya pemerintah memastikan kecukupan likuiditas di sistem untuk mendorong aktivitas ekonomi.
“Yang saya tahu yakin semester kedua, triwulan ketiga, triwulan keempat akan tumbuh lebih cepat lagi karena kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi,” ungkapnya.
Pemerintah Harap Ekonomi Kuartal II Lebih Tinggi
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 dapat lebih tinggi dibandingkan kuartal I.
Namun, ia menyadari tidak terdapat momentum HBKN yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Ramadan dan Idulfitri yang biasanya meningkatkan aktivitas konsumsi telah berlangsung pada kuartal I.
Baca juga: Bos BI Sebut Prospek Ekonomi Dunia Tetap Lemah di 2026 Akibat Perang AS-Iran
Karena itu, Susi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II masih berada di kisaran realisasi kuartal I 2026, yakni sekitar 5,6 persen yoy.
“Kita berharapnya kan pasti lebih tinggi. Cuma kan kita lihat memang di kuartal II kan nggak ada event yang besar seperti di kuartal I kan, Ramadan, Lebaran kan udah geser ke kuartal I nih. Ya pasti kita akan realistis range-nya paling nggak ya sekitaran di kuartal I,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


