Poin Penting
- Laba Bank Tata Asia naik 138 persen yoy menjadi Rp15,77 miliar pada semester I-2026
- Aset tumbuh 87,9 persen menjadi Rp902,61 miliar, ditopang lonjakan kredit 137 persen menjadi Rp723,42 miliar
- Ekspansi tetap sehat, tercermin dari NPL net 0,82 persen dan KPMM 23,52 persen.
Jakarta – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tata Asia (Bank Tata Asia) membukukan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester I 2026. Bank Tata Asia mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,77 miliar, meningkat 138 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,63 miliar.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit, kenaikan pendapatan operasional, serta penguatan struktur permodalan dan likuiditas bank.
Sejalan dengan peningkatan laba, total aset Bank Tata Asia melonjak menjadi Rp902,61 miliar, tumbuh sebesar 87,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp480,43 miliar pada Juni 2025.
Baca juga: Di Tengah Ekonomi yang Dinamis, Bank Tata Asia Berhasil Cetak Laba 12 Kali Lipat
Penyaluran kredit juga menunjukkan akselerasi yang kuat dengan nilai mencapai Rp723,42 miliar, atau meningkat 137 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri atas tabungan dan deposito naik menjadi Rp489,43 miliar, didorong pertumbuhan tabungan yang mencapai lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp72,74 miliar serta deposito yang meningkat menjadi Rp416,69 miliar.
Direktur Utama Bank Tata Asia TB Frandy Priya Purwanto mengatakan, capaian pada semester pertama tahun ini menunjukkan strategi ekspansi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pertumbuhan kredit yang diikuti peningkatan penghimpunan dana masyarakat serta laba mencerminkan masih kuatnya permintaan pembiayaan, khususnya dari sektor usaha produktif.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada semester pertama 2026. Fokus kami bukan hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas aset tetap terjaga, permodalan kuat, dan likuiditas memadai. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis dapat melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan hingga akhir tahun,” ujar Frandy dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Kinerja operasional Bank Tata Asia juga menunjukkan penguatan. Pendapatan operasional meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp108,20 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp72,15 miliar.
Di tengah ekspansi tersebut, Bank Tata Asia tetap mampu menjaga kualitas aset dengan rasio Capital Adequacy Ratio (KPMM) tercatat 23,52 persen, rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,82 persen dan NPL gross sebesar 1,32 persen.
Baca juga: OJK Restui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari
Sementara itu, Return on Assets (ROA) sebesar 4,91 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 12,31 persen, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 93,78 persen, mencerminkan kondisi permodalan dan likuiditas yang tetap kuat di tengah pertumbuhan bisnis.
“Bank Tata Asia akan terus memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit yang sehat dan terukur, memperluas basis penghimpunan dana masyarakat, serta menjaga kualitas aset dan tata kelola perusahaan,” ujar Frandy. (*) DW


