Poin Penting
- Antrean BBM di Makassar berlangsung sekitar sebulan dan meluas ke berbagai jenis kendaraan.
- Satgas menemukan dugaan pelanggaran, termasuk transaksi berulang dan penggunaan tangki modifikasi.
- Pemerintah menambah pengawasan, operator, serta pasokan untuk mengurai antrean di SPBU.
Jakarta – Sudah sebulan antrean bahan bakar minyak (BBM) menghantui sejumlah SPBU di Makassar dan sekitarnya. Kendaraan mengular berjam-jam, sementara sebagian antrean bahkan meluber hingga badan jalan.
Kondisi awalnya banyak terjadi pada truk logistik, bus antarkota, dan kendaraan angkutan. Pengemudi kendaraan berat bahkan harus menginap demi mendapatkan solar.
Belakangan, antrean meluas ke pengguna Pertalite dan Pertamax. Mobil pribadi hingga sepeda motor ikut memadati SPBU saat stok mulai menipis.
Baca juga: Harga BBM di Pertamina, Shell, BP, Vivo per 14 September 2026, Ini Daftarnya
Pemerintah kemudian membentuk satgas untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi. Satgas melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinas ESDM, Hiswana Migas, dan Pertamina.
Pengawasan dilakukan setelah antrean meluas ke berbagai SPBU. Pemprov Sulsel juga menerbitkan surat edaran untuk memperketat pemantauan distribusi.
Dari pengawasan tersebut, satgas menemukan sejumlah dugaan pelanggaran. Temuannya mencakup transaksi berulang dalam sehari dan pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar.
Petugas juga menemukan penggunaan tangki modifikasi dan tangki ganda. Beberapa kendaraan diduga menggunakan beberapa barcode untuk satu kendaraan.
Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Kasman menyebut temuan lainnya berkaitan dengan barcode. Ada barcode yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan pada STNK.
Satgas juga menemukan sejumlah SPBU kekurangan operator nozzle. Kendaraan yang diduga melanggar diteruskan kepada aparat penegak hukum.
Temuan tersebut menunjukkan persoalan antrean tidak hanya berkaitan dengan pasokan. Pola pembelian dan kapasitas pelayanan juga menjadi perhatian pemerintah.
Konsumsi Melonjak, Pasokan BBM Ditambah
Pemerintah kemudian meminta seluruh nozzle yang tersedia dioperasikan. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merekrut sekitar 50 operator baru.
Operator tambahan ditempatkan pada 25 SPBU Makassar yang beroperasi selama 24 jam. Pemerintah juga meminta tambahan kuota untuk mengantisipasi peningkatan permintaan.
“Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan,” kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dikutip Antara.
BPH Migas juga menginstruksikan Pertamina menyiagakan dua kapal pengangkut BBM. Kapal tersebut disiapkan dari Kilang Tuban dan Kilang Balikpapan.
Baca juga: Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK Batal, Pertamina Ungkap Alasannya
Kepala BPH Migas Wahyudi menyebut stok Sulsel sekitar 16.000 kiloliter. Konsumsi Pertalite mencapai sekitar 2.000 kiloliter per hari.
Sementara konsumsi solar berada di kisaran 1.800 kiloliter per hari. Stok tersebut diperkirakan memiliki ketahanan sekitar delapan hingga 16 hari.
Satu kapal membawa sekitar 16.000 kiloliter BBM dari kilang. Pengiriman dilakukan secara terjadwal setiap dua hingga tiga hari.
Stok BBM nonsubsidi disebut masih mampu bertahan hingga 30 hari. Perjalanan kapal dari kilang menuju Sulsel juga memerlukan waktu kurang dari dua hari.
“Jadi aman. Perjalanannya berapa hari dari sini? Kurang dari dua hari. Kami sudah pastikan semuanya aman,” ucap Wahyudi.
Pengecekan menunjukkan stok Pertalite di Sulsel masih sekitar 80 persen. Namun, pengiriman ke SPBU ditambah menjadi dua kali drop order setiap hari.
Satu mobil tangki membawa sekitar 24 kiloliter dalam setiap pengiriman. Konsumsi Pertalite bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat.
Sebelum antrean terjadi, penjualan Pertalite sekitar 24–25 kiloliter per hari. Angka tersebut kini dapat mencapai 51 kiloliter per hari.
Wahyudi membantah pengiriman BBM ke SPBU dikurangi. Ia meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Antrean BBM Mulai Diurai dengan Pembatasan Mobilitas
Pemerintah tidak hanya mengatur distribusi di SPBU. Dampak antrean juga membuat mobilitas masyarakat ikut dibatasi.
Gubernur Sulsel menerapkan pembelajaran daring selama satu pekan bagi siswa sekolah. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung,” katanya.
Pemerintah juga menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi. Aturan tersebut berlaku di seluruh SPBU pada 13–20 September 2026.
Kendaraan hanya boleh mengisi berdasarkan angka terakhir pelat nomor. Pengisian truk juga dijadwalkan ulang ke malam hari.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan besar pada siang hari. Pengisian hanya diperbolehkan bagi kendaraan dengan indikator BBM tersisa satu bar atau kurang.
Sehari setelah penerapan ganjil-genap, antrean mulai terlihat lebih terkendali. Pantauan di SPBU Pertamina 74.902.32 Racing Center menunjukkan kondisi berbeda.
Kendaraan masih mengantre sejak pagi hingga sore hari. Namun, antrean tidak lagi memanjang hingga badan jalan.
Baca juga: Kebakaran Nipah Mall Makassar, BPBD Ungkap Dugaan Awal Penyebabnya
Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sulsel Fahlevi Yusuf mengatakan masyarakat cukup tertib. Antrean yang sebelumnya mencapai jalan kini berada di dalam area SPBU.
Perubahan tersebut menjadi sinyal awal bahwa antrean mulai dapat dikendalikan. Namun, kebijakan itu baru berjalan pada hari pertama.
Pemerintah juga menyiapkan SPBU modular di kawasan Center Point of Indonesia Makassar. Fasilitas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 13 September 2026.
Pengendara roda dua dapat mengisi BBM di SPBU modular dengan harga Rp30.000 per motor. Masyarakat dari SPBU lain diarahkan menuju fasilitas tersebut untuk mengurangi kepadatan.
“Modular ini kita hadirkan untuk mengurai di tempat SPBU lainnya untuk kemudian diarahkan ke sana,” jelas Andi Sudirman.
Baca juga: Kuota Subsidi Dibatasi, Anggota DPR Sebut SPBU Swasta Mulai Kolaps dan PHK
Di tingkat nasional, pemerintah juga berupaya menjaga keamanan pasokan energi. Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut pemerintah berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Komunikasi tersebut termasuk dengan Rusia untuk mencari solusi menjaga pasokan energi. Pemerintah berharap pasokan tetap aman di tengah dinamika geopolitik global.
“Kita berupaya agar pasokan dalam kondisi aman dan semoga bisa bertahan dalam kondisi geopolitik yang ada saat ini,” ujarnya.
Di tengah antrean, pembatasan pembelian juga memunculkan keluhan dari pengemudi. Salah satunya datang dari pengemudi bajaj yang mengaku membutuhkan BBM lebih banyak.
“Saya minta diisi Rp80 ribu supaya bisa jalan cari penumpang satu hari, tapi dibatasi hanya bisa diisi Rp50 ribu,” tutur Khalid.
Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kebutuhan kendaraan roda tiga dalam aturan pembelian. Menurutnya, batas tersebut tidak cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sebulan berlalu, persoalan BBM di Makassar memperlihatkan sejumlah lapisan masalah. Pengawasan, pola konsumsi, kapasitas pelayanan, dan kelancaran distribusi kini menjadi sorotan.
Pemerintah menyatakan stok tersedia dan pasokan terus dijaga. Namun, keberhasilan penanganan tetap akan terlihat dari kemampuan SPBU mengakhiri antrean panjang. (*)
Editor: Yulian Saputra


