Poin penting:
- Satelit Lampung-1 diluncurkan di China melalui kerja sama Indonesia-China.
- Penyimpanan dan pengelolaan data Satelit Lampung-1 di bawah otoritas Indonesia.
- BRIN menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri BRIN NEO-1 pada awal 2027.
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan data Satelit Lampung-1 tetap aman setelah peluncuran di China. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan otoritas penyimpanan data berada di Indonesia.
Penegasan itu muncul setelah muncul kekhawatiran kebocoran data dalam proyek kerja sama Indonesia-China.
Arif menyebut Pemerintah Provinsi Lampung telah berkoordinasi dengan BRIN sejak awal. Pembahasan juga mencakup aspek keamanan data dan pengelolaan informasi strategis.
Baca juga: Hadirkan Layanan Satelit LEO, AREA31 dan Eutelsat OneWeb Jalin Kerja Sama Strategis
BRIN Pastikan Data Satelit Lampung-1 Tetap di Indonesia
Arif menegaskan seluruh data yang berkaitan dengan kepentingan nasional berada di bawah kewenangan BRIN. Menurut dia, pengelolaan dan penyimpanan data tidak diserahkan kepada pihak asing.
“Memang Pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN. BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya,” kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Jumat (7/8).
Ia kembali menekankan posisi BRIN sebagai otoritas utama data proyek tersebut.
“Tetapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman,” ujarnya.
Satelit Lampung-1 Diluncurkan dari China
Peluncuran Satelit Lampung-1 dilakukan perusahaan antariksa komersial China, STAR.VISION. Misi berlangsung pada Rabu pagi (5/8) dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong.
Roket Jielong-3 Y12 membawa satelit OSE Hyperspectral-01 dan Hyperspectral-02 ke orbit yang telah ditentukan. Peluncuran tersebut sekaligus menuntaskan misi antariksa komersial itu.
Satelit OSE Hyperspectral-01 dikembangkan bersama STAR.VISION dan Universitas Wuhan. Pemerintah Provinsi Lampung juga terlibat dalam pengembangan satelit tersebut.
Pihak Indonesia memberi nama satelit itu Satelit Lampung-1. Proyek ini menjadi bagian kerja sama Indonesia-China di bidang penginderaan jauh, kecerdasan buatan, dan pengembangan kapasitas antariksa.
Baca juga: PELNI Gandeng DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
BRIN Siapkan Satelit Buatan Dalam Negeri
Di tengah kerja sama internasional itu, BRIN menyiapkan satelit produksi nasional. Satelit tersebut bernama BRIN NEO-1 dan diproduksi di fasilitas BRIN di Bogor.
Arif mengatakan peluncuran BRIN NEO-1 ditargetkan pada awal 2027. Menurut dia, pengembangan satelit domestik menjadi langkah penting memperkuat kemandirian teknologi antariksa Indonesia.
“Nah tetapi yang paling penting lagi kita Insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor. Segera kita akan launching awal 2027,” katanya.
Pernyataan itu menunjukkan pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara kerja sama luar negeri dan penguatan kemampuan nasional. BRIN menegaskan proyek Satelit Lampung-1 tetap berada dalam kendali otoritas Indonesia, terutama untuk pengelolaan dan keamanan data strategis nasional. (*)
Editor: Galih Pratama


