Poin Penting
- Bank Bengkulu membukukan laba Rp135,15 miliar pada 2025, tumbuh 34,69 persen yoy dan mempertahankan predikat “sangat bagus” dari Infobank
- Kredit tumbuh 5,45 persen menjadi Rp7,82 triliun, dengan NPL terjaga di 1,47 persen dan aset naik 8,06 persen menjadi Rp11,19 triliun
- Awal 2026 kinerja tetap positif, laba tumbuh 15,29 persen menjadi Rp27,14 miliar, didukung penguatan bisnis melalui KUB bersama Bank BJB.
Bengkulu – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) kembali mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan industri perbankan. Pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang 2025 menjadi salah satu fondasi bank pembangunan daerah ini mempertahankan predikat “sangat bagus” dalam Rating Bank versi Infobank 2026.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), laba bersih Bank Bengkulu sepanjang 2025 mencapai Rp135,15 miliar atau melonjak 34,69 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 2,74 persen.
Kinerja tersebut melanjutkan konsistensi Bank Bengkulu yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperoleh predikat “sangat bagus” dari Infobank.

Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen dan karyawan, serta dukungan para pemegang saham. Ke depan, Bank Bengkulu akan terus meningkatkan kinerja untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Bengkulu.
“Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras serta dedikasi semua jajaran manajemen dan karyawan Bank Bengkulu. Dukungan yang solid dari semua pemegang saham juga menjadi faktor penting bagi kami dalam menjaga pertumbuhan kinerja positif,” jelas Iswahyudi.
Baca juga: Asbanda dan Bank Bengkulu Sukses Menggelar Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVIII – 2026
Adapun lonjakan laba Bank Bengkulu sepanjang 2025 ditopang oleh pertumbuhan fungsi intermediasi, efisiensi operasional, dan optimalisasi pendapatan bunga.
Penyaluran kredit tumbuh 5,45 persen secara tahunan menjadi Rp7,82 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kredit konsumsi yang naik 7,98 persen dan kredit investasi yang tumbuh 2,22 persen.
Di tengah ekspansi tersebut, kualitas aset Bank Bengkulu tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 1,47 persen.
Manajemen Bank Bengkulu menerapkan pendekatan yang lebih selektif dalam ekspansi kredit dan pembiayaan. Penyaluran dana diarahkan ke sektor produktif, antara lain melalui kredit modal kerja dan investasi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi.
Selain itu, bank juga menyalurkan kredit konsumtif, seperti kredit multiguna dan pembiayaan kendaraan bermotor. Bank Bengkulu turut mendukung program pemerintah melalui pembiayaan mikro berbunga rendah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) Bank Bengkulu tumbuh 2,52 persen sepanjang 2025 menjadi Rp8,41 triliun.
Sementara itu, total aset mencapai Rp11,19 triliun atau meningkat 8,06 persen dibandingkan Rp10,36 triliun pada tahun sebelumnya.
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada awal 2026. Mengacu pada laporan keuangan kuartal I 2026, laba bersih Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp27,14 miliar atau tumbuh 15,29 persen yoy.
Pada periode yang sama, kredit meningkat 4,85 persen menjadi Rp7,87 triliun. DPK tumbuh 6,43 persen menjadi Rp8,84 triliun, sedangkan total aset meningkat 7,47 persen yoy menjadi Rp11,13 triliun.
Ke depan, Bank Bengkulu masih memiliki ruang untuk memperluas bisnis sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah.
Salah satu penopang pengembangan tersebut adalah implementasi skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).
Baca juga: Tabungan Simpeda Capai Rp74,86 T per Juni 2026, Asbanda Siapkan Langkah Baru untuk BPD
Melalui skema tersebut, Bank Bengkulu berpeluang memperoleh dukungan tidak hanya dari sisi likuiditas, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kapabilitas digital. Sinergi bisnis dalam ekosistem KUB pun diharapkan dapat mempercepat ekspansi dan meningkatkan daya saing perseroan.
“Pengembangan SDM dan transformasi digital tentu juga menjadi fokus arah kebijakan kami untuk terus memperkuat positioning dan meningkatkan daya saing Bank Bengkulu ke depan,” tegas Iswahyudi.
Iswahyudi juga mengatakan, ke depan Bank Bengkulu akan terus meningkatkan kinerja agar bisa memberikan konstribusi yang optimal bagi perkembangan ekonomi Provinsi Bengkulu. (*)


