Poin Penting
- PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk membagikan total dividen miliar atau 23,13 persendari laba bersih 2025 (Rp180,19 miliar), dengan dividend yield sekitar 4,68 persen.
- Ancol mencatat pendapatan usaha Rp1,121 triliun dan laba bersih Rp180,19 miliar
- Pergantian dirut & strategi baru: Syahmudrian Lubis ditunjuk sebagai direktur utama, fokus pada peningkatan visitor value, optimalisasi aset, event berbasis data, dan kemitraan strategis.
Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (BEI: PJAA) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp26,05 per saham dari laba tahun buku 2025. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp41,6 miliar atau setara 23,13 persen dari laba bersih, sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Komisaris Utama Pembangunan Jaya Ancol, Irfan Setiaputra, menjelaskan bahwa seluruh rincian penggunaan laba, baik yang dibagikan sebagai dividen maupun yang ditahan, telah disampaikan kepada pemegang saham dalam RUPST tersebut. Perseroan tercatat membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,121 triliun dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp180,19 miliar.
Baca juga: Siapkan Capex Rp70 Miliar, Begini Strategi Bisnis Ancol
“Dividen segalanya tadi sudah disampaikan. Setiap pemegang saham, kalau saya ingat tadi, akan mendapat dividen Rp26,05 per lembar saham,” ujar Irfan.
Berdasarkan harga penutupan saham PJAA pada Selasa (14/4) di level Rp555. Artinya, dividen tersebut memiliki imbal hasil (dividend yield) bagi investor sekitar 4,68 persen.
Angkat Dirut Ancol
Dalam agenda RUPST tersebut, pemegang saham juga mengangkat Syahmudrian Lubis sebagai direktur utama (dirut) perseroan yang baru, menggantikan Winarto yang mengundurkan diri dari posisi dirut PJAA. Winarto sendiri menjabat sebagai direktur utama PJAA sejak Agustus 2022.
Di bawah kepemimpinannya, Syahmudrian mengaku akan mengambil sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ancol. Langkah strategis tersebut di antaranya meningkatkan visitor value dan mengoptimalisasi aset-aset Ancol beserta ekosistemnya.
“Sehingga, kita itu tidak hanya sekadar operation saja, tapi lebih kepada memberikan pengalaman baru bagi visitor yang akan datang,” sebut Syahmudrian.
Lalu, langkah berikutnya adalah penyelenggaraan event atau tema wisata yang berlandaskan data driven. Dan keempat, menjalin strategic partnership dengan reputable partner dari domestik maupun luar negeri.
“Untuk memberikan competitiveness jangka panjang kepada Ancol, sehingga kita mempunyai satu cita-cita bahwa 50 tahun kemudian, Ancol juga akan bisa relevan di mata generasi berikutnya lewat experience driven lifestyle ekosistem yang terintegrasi,” sambungnya.
Baca juga: Free Float 15 Persen Berlaku, Ancol Siapkan Strategi Hindari Delisting
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Ancol Hasil RUPST April 2026:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Irfan Setiaputra
- Komisaris: Suharini Eliawati
- Komisaris: Lies Hartono
- Komisaris: Sutiyoso
- Komisaris Independen : Trisni Puspitaningtyas
Direksi
- Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
- Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
- Direktur: Daniel Nainggolan
- Direktur: Eddy Prastiyo
- Direktur: Rahmaniar.
(Steven Widjaja)







