Poin Penting
- Ancol targetkan capex Rp70 miliar tanpa utang dengan tidak menambah pendanaan dari pinjaman atau obligasi, melainkan menjaga kesehatan cashflow sesuai arahan pemegang saham
- Pendanaan dilakukan lewat skema business sharing atau investasi bersama dengan mitra, sehingga tidak membebani kewajiban pembayaran di masa depan
- Capex sekitar Rp70 miliar dialokasikan untuk perbaikan fasilitas dan rencana reklamasi ±50 hektar, dengan proses seleksi investor (beauty contest) yang sudah menarik minat dari beberapa negara.
Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengungkapkan langkah strategis yang akan diambil dalam mengumpulkan permodalan atau capital expenditure (Capex) untuk menggenjot pertumbuhan bisnis ke depan lewat sejumlah perbaikan/upgrade layanan dan fasilitas.
Komisaris Utama Pembangunan Jaya Ancol, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa sesuai dengan arahan dari pemegang saham dan diskusi dengan jajaran direksi, Pembangunan Jaya Ancol memutuskan untuk tidak mengumpulkan permodalan dari peminjaman dana, obligasi, dan sejenisnya.
“Kita diskusikan dengan direksi sesuai dengan arahan pemegang saham bahwa Ancol diminta untuk tidak dulu dalam waktu dekat melakukan upaya peminjaman dana, obligasi, dan sejenisnya,” ujar Irfan saat ditemui di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Baca juga: Free Float 15 Persen Berlaku, Ancol Siapkan Strategi Hindari Delisting
Sebagai gantinya, Pembangunan Jaya Ancol akan berfokus pada pendekatan kerja sama dengan investor melalui skema business sharing atau investasi bersama dalam mengembangkan wahana dan fasilitas di Ancol ke depannya.
Ia katakan, kebijakan ini diambil demi menjaga bisnis korporasi, termasuk cashflow, tetap prudent ke depan.
“Jadi, melakukan pendekatan kerjasama dengan investor yang bentuknya bukan pinjam uang, yang suatu hari harus dibayar. Karena kondisinya kita harus jaga cashflow. Alhamdulillah kita cashflow-nya baik yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan dan hal yang lebih urgent,” cetusnya.
Target Capex Rp70 Miliar di 2026
Senada dengan hal itu, Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis menyatakan bahwa pihaknya telah menyepakati jumlah capex sekitar Rp70 miliar di 2026 untuk melakukan perbaikan infrastruktur atau beautification pada banyak fasilitas di Ancol.
Bahkan, ia mengungkapkan bila Ancol akan melakukan reklamasi dengan luas sekitar 50 hektare di sisi barat Ancol dalam rangka melakukan perluasan lahan wisata.
Baca juga: BTN Hadirkan Layanan Perbankan Terpadu untuk Ancol
“Sehingga, ke depan ini kita akan melakukan yang namanya beauty contest untuk investor-investor yang mau berpartisipasi dalam reklamasi pantai Ancol ini,” ungkap Syahmudrian.
Ia pun berharap bisa mengumumkan vendor terpilih berikut detailnya dalam proyek reklamasi pantai Ancol dalam waktu dekat.
“Ya investor (untuk reklamasi pantai Ancol) yang berminat sudah ada dari Tiongkok, Singapura, Uni Emirat Arab,” tutupnya. (*) Steven Widjaja







