Poin Penting
- Kemendagri menekankan BUMD dengan aset Rp1.240 triliun harus diperkuat lewat inovasi dan tata kelola agar menjadi katalis ekonomi daerah
- BUMD didorong mencapai minimal full cost recovery (FCR), memperkuat permodalan, dan memanfaatkan payung hukum untuk langkah strategis bersama pemangku kepentingan
- Top BUMD Awards 2026 mengusung tema inovasi berkelanjutan, menilai 218 BUMD berdasarkan kinerja, inovasi, kontribusi daerah, dan peran dalam pembangunan inklusif.
Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memperkuat inovasi dan tata kelola. Dengan total aset yang mencapai ribuan triliun, BUMD harusnya bisa menjadi katalisator utama perekonomian daerah.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Yusharto Huntoyungo ketika menjadi keynote speaker (pembicara kunci) di Top BUMD Awards 2026 di Jakarta. Ia menyebut, total aset BUMD se-Indonesia saat ini mencapai Rp1.240 triliun.
“Aset BUMD yang besar itu tentu akan berpotensi besar bila disertai dengan inovasi yang intensif,” tegasnya, dikutip dalam keterangan resmi, Selasa, 14 April 2026.
Baca juga: Pemerintah Target Restrukturisasi BUMN Rampung 2026, Ini Strateginya
Ia menyebut, walaupun profitnya mungkin tidak akan sebesar perusahaan swasta, perusahaan-perusahaan milik pemerintah daerah setidaknya harus bisa mencapai level full cost recovery (FCR).
“BUMD pun sejatinya perlu penguatan modal dasar,” lanjut Yusharto.
Dengan total aset ribuan triliun, BUMD diakui perlu mendapatkan banyak dukungan agar kontribusinya bisa lebih optimal. Salah satu wujud dukungan yang dibutuhkan adalah landasan atau payung hukum yang memadai.
“Kini kita sudah punya payung hukum memadai untuk BUMD. Maka, selanjutnya, kita perlu menyusun langkah-langkah strategis untuk BUMD. Pemangku kepentingan pun perlu disertakan dalam hal ini,” tegasnya.
Sementara, Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2026, M. Lutfi Handayani, mengatakan, BUMD harus menjadi pemain utama ekonomi dan pelayanan publik di daerah. BUMD harus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.
“Karena kami meyakini, BUMD yang hebat tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertransformasi,” ujarnya.
Top BUMD Awads sendiri, lanjut Lutfi, digagas sebagai gerakan nasional untuk mendorong BUMD menjadi lebih profesional, lebih inovatif, dan lebih berdaya saing.
Baca juga: Rating BUMD Keuangan 2026; Potret Bank-Bank Terbaik Milik Pemda
Sebagai informasi, tahun ini ada 248 BUMD atau BLUD yang ikut dalam Top BUMD Awards. Dari jumlah itu, 218 perusahaan di antaranya berhasil mengikuti proses penilaian secara keseluruhan.
Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, Djohermansyah Djohan, mengungkapkan, tema tahun ini adalah Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan. BUMD disebut tidak lagi cukup hanya berorientasi pada profit, tapi harus menjadi motor penggerakan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
Adapun penilaian mengacu pada empat aspek utama, yaitu kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan, inovasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, serta peran strategis BUMD/BLUD dalam pembangunan berkelanjutan. (*) Ari Astriawan







