Jakarta–PT HM Sampoerna Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2016. Dalam rapat tersebut, Perseroan memutuskan untuk merubah susunan dewan direksi, salah satunya menunjuk Mindaugas Trumpaitis sebagai Presiden Direktur (Presdir) menggantikan Paul Janelle.
Paul Janelle yang sebelumnya menjabat sebagai Presdir HM Sampoerna, akan menjabat posisi barunya yakni manajemen senior di induk perusahaan Sampoerna, Philip Morris International Inc. (PMI). Selain itu, Perseroan juga menunjuk Michael Scharer sebagai direktur yang membawahi operasional menggantikan Peter Haase yang memasuki masa pensiun. (Baca juga: Kuartal III, Pendapatan Bersih HM Sampoerna Rp31,8 Triliun)
Mindaugas mengaku siap bekerja sama dengan tim Sampoerna yang sangat berbakat untuk memastikan terwujudnya visi jangka panjang perseroan, sebagaimana tertuang dalam Filosofi Tiga Tangan, yakni untuk sepenuhnya mendukung para konsumen dewasa, karyawan dan mitra usaha, serta masyarakat luas.
“Saya sangat senang dan merupakan sebuah penghargaan luar biasa bagi saya untuk memimpin salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia,” ujar Mindaugas dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 18 November 2016.
Mindaugas telah bergabung dengan Philip Morris International selama 18 tahun, dimana selama tiga tahun terakhir dia memimpin Rothmans, Benson & Hedges Inc, yang merupakan afiliasi PMI di Kanada. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Managing Director di afiliasi PMI di Meksiko. Beliau juga dipercaya mengelola bisnis Philip Morris International di negara-negara Baltik dan Finlandia. (Selanjutnya: Rekam jejak mumpuni)
“Mindaugas memiliki rekam jejak pencapaian yang mengesankan, baik di bidang strategis, operasional, maupun komersial selama masa kerjanya di PMI,” ucap Presiden Komisaris HM Sampoerna John Gledhill.
Menurutnya, Mindaugas telah membuktikan dirinya sebagai seorang pemimpin yang sukses dan tepercaya, yang juga telah membangun reputasi yang kuat dalam hal pembangunan sumber daya manusia. Pengalamannya yang kaya di berbagai afiliasi akan menjadi aset berharga bagi Sampoerna untuk mencapai target kinerja jangka pendek, serta mewujudkan kepercayaan yang luar biasa bagi para pemegang saham secara jangka panjang.
Michael Scharer memulai kariernya di Philip Morris Jerman pada tahun 1997 dan telah memiliki berbagai pengalaman di bidang Operations di sejumlah lokasi usaha PMI. Sebelum ini, Scharer bertugas di Pusat Riset dan Pengembangan PMI di Neuchatel, Swiss. Michael sangat familiar dengan Indonesia karena ia pernah menjabat sebagai Director Technical Services Asia untuk Sampoerna. (Baca juga: Harga Rokok HM Sampoerna di Atas Rata-rata Industri)
“Kami percaya bahwa Michael adalah orang yang tepat untuk memastikan Sampoerna dapat terus menghasilkan produk bermutu tinggi sesuai dengan ekspektasi konsumen dewasa. Pengalaman yang dimiliki Michael juga akan membantu kami untuk menjaga hubungan baik dengan semua mitra di rantai pasokan kami, termasuk para petani tembakau dan cengkeh di Indonesia,” tutup Gledhill. (*)
Editor: Paulus Yoga








