Poin Penting
- Bank Mandiri meluncurkan fitur SPE-GRK di Livin’ Planet untuk membuka akses pasar karbon bagi nasabah retail.
- Nasabah kini dapat menghitung jejak karbon dan melakukan ofset emisi langsung melalui aplikasi.
- Inisiatif ini memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong ekonomi rendah karbon dan inklusi keberlanjutan.
Jakarta – Bank Mandiri memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi berkelanjutan melalui peluncuran fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) bagi segmen retail di platform Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan IDXCarbon dan menjadi langkah baru dalam membuka akses pasar karbon kepada masyarakat melalui layanan digital perbankan. Peluncuran ini juga menandai perluasan ekosistem perdagangan karbon nasional yang sebelumnya didominasi segmen korporasi.
“Melalui fitur ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif nasabah dalam aksi iklim. Tidak berhenti pada peningkatan awareness atas jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi,” ujar Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan dalam keterangannya, dikutip Kamis, 23 April 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Strategi Pembiayaan untuk Sektor Energi Terbarukan
Akses Mudah Kelola Emisi Karbon
SPE-GRK merupakan unit karbon yang merepresentasikan pengurangan emisi dari suatu proyek yang telah melalui proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa emisi gas rumah kaca telah berhasil dikurangi atau dihindari, sehingga dapat dimanfaatkan oleh individu maupun institusi untuk mengimbangi emisi dari aktivitas sehari-hari.
Peluncuran fitur ini merupakan bagian dari pengembangan terbaru Livin’ Planet dengan menghadirkan kapabilitas baru di luar fitur sebelumnya. Inovasi ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menyediakan solusi keberlanjutan yang relevan, mudah diakses, dan berdampak bagi nasabah.
“Dalam implementasinya, carbon offset dilakukan dengan mendukung kegiatan pengurangan atau penyerapan emisi, baik melalui solusi berbasis alam seperti penanaman pohon, maupun solusi berbasis teknologi seperti pengembangan energi terbarukan dan proyek efisiensi energi. Sementara itu, carbon credit merepresentasikan pengurangan atau penyerapan emisi sebesar 1 ton CO₂ ekuivalen yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen dalam mekanisme tersebut,” jelasnya.
Baca juga: Bank Mandiri Dorong Aksi Hijau di Bintan Marathon 2025
Melalui Livin’ Planet, nasabah dapat menghitung jejak emisi melalui carbon calculator dan melakukan ofset dengan membeli SPE-GRK secara langsung. Fitur ini juga dilengkapi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap emisi karbon dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup rendah karbon.
Dukung Energi Terbarukan
SPE-GRK yang tersedia saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatra Utara, yang mengolah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan. Proyek ini berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 265 ribu tCO2e, setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.
Selain itu, Bank Mandiri juga melanjutkan kampanye keberlanjutan melalui program Mandiri Looping for Life, yang mendorong pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah tekstil, sekaligus melibatkan UMKM dan jenama lokal dalam membangun ekosistem gaya hidup ramah lingkungan.
Baca juga: BEI Kampanyekan ‘Aku Net-Zero Hero’ di Hari Bumi, Ini Pesannya
Pada 2025, melalui kampanye Mandiri Looping for Life, perseroan mencatat 1.398 transaksi Livin’ Planet dengan nilai mencapai Rp135,2 juta. Transaksi tersebut dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang berkontribusi dalam pengurangan emisi sebesar 45,32 ton CO₂e.
Perkuat Peran Keuangan Berkelanjutan
Inisiatif ini menegaskan peran sektor keuangan sebagai pendorong dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga dengan memperluas akses, meningkatkan kesadaran, dan menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat.
Baca juga: Bos Bank Mandiri Beberkan Tantangan Industri Perbankan 2026
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi berbasis ESG untuk memperluas inklusi keberlanjutan dan menghadirkan solusi keuangan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi ekosistem layanan terintegrasi, Bank Mandiri optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai katalis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon. (*)
Editor: Yulian Saputra








