Poin Penting
- Rupiah anjlok ke level Rp17.301 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB, melemah 0,70 persen (120 poin) dan menjadi posisi terendah sepanjang sejarah
- Ketidakpastian geopolitik AS–Iran, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, serta spekulasi arah kebijakan The Fed pasca pencalonan Kevin Warsh memicu gejolak pasar dan menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah
- Beban jatuh tempo utang pemerintah sebesar Rp833,96 triliun pada 2026 meningkatkan tekanan likuiditas dan memperburuk sentimen investor terhadap rupiah.
Jakarta – Nilai tukar rupiah terpantau makin merosot pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Bahkan, telah mencetak rekor terendah sepanjang masa ke level 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg per pukul 11.00 WIB, terpantau nilai tukar rupiah telah menembus Rp17.301 setelah melemah 120 poin atau 0,70 persen.
Sebelumnya, pada awal pembukaan perdagangan tadi pagi, nilai tukar rupiah juga loyo level Rp17.245 per dolar AS, atau melemah 0,37 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.181 per dolar AS.
Ada sejumlah sentimen global maupun domestik yang mendorong pelemahan nilai tukar rupiah ke rekor terendah sepanjang masa.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp17.245 per Dolar AS
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assu’aibi mengatakan Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, hanya beberapa jam sebelum masa berlaku kesepakatan itu berakhir, untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut guna mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.
“Langkah tersebut tampak sepihak, dan belum jelas apakah Iran, atau sekutu AS Israel, akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata, yang dimulai dua minggu lalu. Trump juga mengatakan Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade pelabuhan dan pantai Iran, yang oleh para pemimpin Iran disebut sebagai tindakan perang,” kata Ibrahim, Kamis, 23 April 2026
Sementara, lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, yang biasanya menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global, sebagian besar terhenti pada Selasa dengan hanya tiga kapal yang melewati jalur air tersebut dalam 24 jam terakhir, berdasarkan data pengiriman.
Selain itu, lanjut Ibrahim, calon pimpinan the Fed yang ditunjuk Trump, Kevin Warsh menekankan independensi the Fed dari pengaruh politik, namun juga mengisyaratkan perombakan kebijakan besar di bank sentral apabila dirinya dikukuhkan sebagai ketua.
“Mantan Gubernur the Fed dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar. Pencalonannya telah memicu kerugian besar pada emas dan logam mulia pada akhir Januari,” tambahnya.
Baca juga: BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya
Sementara sentimen dari domestik, pemerintah Indonesia menghadapi tekanan likuiditas besar pada 2026 seiring jatuh tempo utang yang mencapai Rp 833,96 triliun, level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Lonjakan kewajiban ini menandai fase krusial dalam pengelolaan fiskal, di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan dan ketidakpastian pasar keuangan global,” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, pada pekan lalu nilai rupiah juga mencatat rekor terlemah sepanjang masa ke level Rp17.180 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, Jumat, 17 April 2026. (*)








