Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat ke Rp17.280 per dolar AS.
- Tekanan global berasal dari konflik Timur Tengah dan penguatan dolar AS.
- Rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp17.230–Rp17.325.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.280 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.286 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut pelemahan rupiah sebelumnya terutama dipicu meningkatnya ketidakpastian global.
Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak menembus USD100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat sentimen risk-off.
Pada saat yang sama, penguatan dolar AS yang tecermin dari indeks dolar AS (DXY) di kisaran 98-100, serta sikap Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), membuat imbal hasil US Treasury tetap tinggi.
“Sehingga mengurangi daya tarik relatif aset pasar negara berkembang dan memicu arus keluar modal,” kata Andry, Jumat, 24 April 2026.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, BI Klaim Cadangan Devisa Aman
Lebih lanjut, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada pertemuan pekan depan dan kemungkinan untuk sepanjang tahun ini.
“Pasar saat ini hanya memperkirakan peluang sebesar 26 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, turun dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini sebelum eskalasi konflik terjadi,” imbuhnya.
Selain itu, Andry menambahkan pelaku pasar masih mencermati ketegangan antara AS dan Iran, di tengah ketidakpastian negosiasi perdamaian yang berlanjut.
Baca juga: Ekonom HSBC Beberkan Kunci Jaga Stabilitas Kurs Rupiah
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.230 hingga Rp17.325 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.230 hingga Rp17.325 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra








