Poin Penting
- Rupiah menguat 0,32 persen pada pembukaan perdagangan menjadi Rp17.706 per dolar AS
- Harga minyak dan konflik geopolitik masih menjadi tekanan bagi rupiah, meski pelemahan dolar AS memberi ruang penguatan
- Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.746–Rp17.800 per dolar AS, dengan pasar menanti data ekonomi terbaru AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Kamis (3/9/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.706 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,32 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.763 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan depresiasi akibat harga Brent yang berada di atas USD95 per barel serta ketidakpastian yang berlanjut terkait konflik AS–Iran.
“Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari tingginya harga minyak global dan ketidakpastian geopolitik, meskipun fundamental makroekonomi domestik memberikan sedikit dukungan,” kata Andry, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: BI dan MAS Resmi Jalankan Transaksi Rupiah-Dolar Singapura, Tinggalkan Dolar AS
Namun, lanjut Andry, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,08 persen menjadi 99,60, karena data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah mengimbangi permintaan aset safe haven akibat konflik di Timur Tengah. Data ketenagakerjaan swasta ADP AS Agustus 2026 hanya meningkat 38 ribu, di bawah konsensus 48 ribu dan angka sebelumnya yang direvisi naik menjadi 46 ribu.
“Namun, pelemahan DXY, penurunan imbal hasil (yield) UST tenor 10 tahun, data ketenagakerjaan ADP AS yang lebih rendah dari perkiraan, serta data perdagangan dan inflasi domestik yang mendukung diperkirakan dapat membatasi kenaikan dolar AS terhadap rupiah,” tambah Andry.
Meski demikian, kata Andry, sentimen pasar diperkirakan masih akan berhati-hati menjelang rilis data ISM Services PMI Amerika Serikat malam ini dan laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat.
Di sisi lain, Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih tinggi, tetapi sedikit mereda setelah laporan ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah.
Baca juga: Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi AS–Jepang Efektif?
Kontrak Fed funds futures saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 63 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan September 2026, dibandingkan sekitar 35 persen sebelum pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Andry memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.746 hingga Rp17.800 per dolar AS.
“Pandangan kami pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp17.746–Rp17.800 per dolar AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


