Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.514 per dolar AS di tengah sentimen global yang masih diliputi ketegangan geopolitik
- Dolar AS menguat ke 98,30 seiring turunnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan masih tingginya risiko inflasi
- MSCI menurunkan bobot Indonesia di indeks small cap, sementara Bank Mandiri memproyeksikan rupiah bergerak di Rp17.485–Rp17.591 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Rabu (13/5/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.514 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.529 per dolar AS.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, sentimen pasar tetap waspada di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, setelah Presiden Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran dan menyatakan bahwa gencatan senjata AS-Iran tetap rapuh.
“Sementara itu, Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini, dengan pasar terus memantau perkembangan hubungan AS-Tiongkok di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat,” kata Andry, Rabu 13 Mei 2026.
Baca juga: Rupiah Babak Belur ke Rp17.500, BI Beberkan Biang Keroknya
Indeks dolar AS (DXY) naik menjadi 98,30 karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat di tengah risiko inflasi yang terus berlanjut dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi.
Selain itu, MSCI secara resmi mengumumkan hasil penyeimbangan ulang, dengan 13 saham Indonesia dikeluarkan dari Indeks MSCI Global Small Cap, sementara hanya AMRT yang masuk ke Indeks MSCI Small Cap setelah diturunkan peringkatnya dari Indeks MSCI Global Standard.
“Alokasi Indonesia dalam indeks saham berkapitalisasi kecil global juga menurun menjadi 0,6 persen dari 1,2 persen, mencerminkan kekhawatiran MSCI yang berkelanjutan terhadap free float, transparansi kepemilikan, dan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC) di pasar ekuitas Indonesia,” tambah Andry.
Andry menyebutkan, para pelaku pasar akan terus memantau dampaknya menjelang implementasi efektif pada 29 Mei 2026. MSCI juga terus meninjau reformasi pasar modal Indonesia hingga Juni 2026 di tengah evaluasi free float dan peningkatan transparansi pasar.
Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.500 per USD, Purbaya Yakin Fiskal Masih Aman
“Setelah sebelumnya memperingatkan potensi risiko penurunan peringkat status Pasar Berkembang Indonesia,” tambahnya.
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.485 hingga Rp17.591 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.485 hingga Rp17.591 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)
Editor: Galih Pratama


