Poin Penting
- Rupiah melemah 0,08 persen pada pembukaan perdagangan Rabu (2/9) ke level Rp17.758 per dolar AS
- Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil UST, dan lonjakan harga minyak akibat eskalasi Timur Tengah menjadi tekanan utama bagi rupiah
- Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.715–Rp17.775 per dolar AS, dengan sentimen pasar menanti data ketenagakerjaan AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (2/9/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.758 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.744 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan depresiasi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 0,25 persen menjadi 99,68, didukung oleh kenaikan imbal hasil UST dan kembali meningkatnya permintaan aset safe haven.
Selain itu, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, mendorong harga minyak mentah Brent mendekati USD95 per barel. Brent melonjak 4,60 persen menjadi USD94,70 per barel setelah serangan terbaru AS terhadap target-target di Iran memicu kekhawatiran akan aksi balasan lebih lanjut dan terganggunya pasokan energi regional.
Baca juga: BI dan MAS Resmi Jalankan Transaksi Rupiah-Dolar Singapura, Tinggalkan Dolar AS
Risiko terkait Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan ekspektasi inflasi global
“Rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan depresiasi seiring penguatan DXY, imbal hasil UST tenor 10 tahun yang mendekati 4,80 persen, serta harga Brent yang mendekati USD95 per barel di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah,” kata Andry, Rabu, 2 September 2026.
Meski demikian, kata Andry, data perdagangan Juli 2026 yang lebih baik dari perkiraan, inflasi yang masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI), serta kuatnya aliran dana asing ke pasar saham domestik berpotensi membatasi pelemahan rupiah.
“Kami memperkirakan sentimen pasar akan tetap berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan ADP AS malam ini dan laporan payroll pada Jumat,” ungkapnya.
Baca juga: Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi AS–Jepang Efektif?
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp17.715 hingga Rp17.775 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.715 hingga Rp17.775 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


