Poin Penting
- Rupiah dibuka di Rp18.115 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026), melemah tipis 0,03 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp18.109 per dolar AS
- Indeks dolar AS (DXY) naik ke level 101 karena pasar mencermati konflik AS-Iran dan ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz yang turut mendorong kenaikan harga minyak
- Investor menantikan rilis data CPI, PPI, dan kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh, sementara Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.075–Rp18.145 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Selasa (14/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.115 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp18.109 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan indeks dolar AS (DXY) naik tipis ke level 101, seiring investor mencermati perkembangan di Timur Tengah sekaligus mengevaluasi prospek kebijakan moneter AS.
“Pertukaran serangan militer terbaru antara AS dan Iran, serta laporan yang saling bertentangan mengenai apakah Selat Hormuz masih terbuka untuk lalu lintas pelayaran, mendorong harga minyak naik,” kata Andry, Selasa, 14 Juli 2026.
Baca juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan APBN Berbasis Renminbi, Ketergantungan pada Dolar AS Dikurangi
Pasar juga menantikan laporan inflasi AS pekan ini, yaitu data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai tren inflasi.
Selain itu, kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres juga dinantikan guna mendapatkan petunjuk tambahan terkait arah kebijakan bank sentral.
“Saat ini, pelaku pasar memperkirakan setidaknya akan ada satu kali kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 71 persen,” ujarnya.
Baca juga: Ekonom: B50 Bisa Perkuat Rupiah dan Neraca Dagang Tanpa Bebani APBN
Andry pun memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp18.075 hingga Rp18.145 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp18.075 dan Rp18.145 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama


