Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah ke Rp17.350 per dolar AS pada 8 Mei 2026, turun 0,10% dari penutupan sebelumnya di Rp17.333, seiring penguatan dolar AS
- Tekanan terhadap rupiah dipicu rebound dolar AS setelah eskalasi ketegangan geopolitik AS–Iran, meski dampaknya dinilai masih terbatas
- Pasar cenderung wait and see menanti data cadangan devisa Indonesia dan data tenaga kerja AS, dengan proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah hari ini (8/5/2026) dibuka pada level Rp17.350 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp17.333 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah hari ini diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang mengalami rebound setelah insiden saling baku tembak antara kapal AS dan Iran.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul insiden saling baku tembak antara kapal AS dan Iran,” kata Lukman, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca juga: Bos BI Tegaskan All Out Jaga Stabilitas Rupiah
Meski demikian, lanjut Lukman, tekanan terhadap rupiah diperkirakan terbatas. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku. Investor juga cenderung bersikap wait and see sambil menunggu respons Iran terhadap proposal kesepakatan damai yang diajukan AS.
“Dari data eknomi, investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan data tenaga kerja AS NFP malam ini,” pungkasnya.
Baca juga: Meski PDB Lampaui Ekspektasi, Nilai Tukar Rupiah Tetap Jadi Kunci Arah IHSG
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


