Poin Penting
- PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membagikan dividen Rp210,6 miliar atau 60 persen dari laba bersih 2025, setara Rp31 per saham.
- Perseroan mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp2,78 triliun pada 2025, tumbuh 32 persen secara tahunan.
- Kinerja JTPE ditopang segmen security dan solusi keamanan digital, dengan EBITDA meningkat menjadi Rp601 miliar.
Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang salah satunya membahas pembagian dividen tahun buku 2025.
Vice CFO JTPE, Michael Christiaan, mengatakan pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 60 persen dari laba bersih 2025 atau senilai Rp210,6 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham.
“Pembagian saham ini setara dengan Rp31 per lembar saham setelah memperhitungkan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan,” ujar Michael dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp200 Miliar
JTPE diketahui membukukan laba bersih sebesar Rp351 miliar sepanjang 2025 dengan total pendapatan mencapai Rp2,78 triliun.
JTPE Cetak Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Michael mengatakan JTPE mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun fiskal 2025
“JTPE membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp2,8 triliun pada tahun fiskal 2025, tumbuh 32 persen year-on-year (yoy) dan mencapai CGR enam tahun sebesar 11,6 persen,” imbuhnya.
Adapun kinerja perseroan sepanjang 2025 mayoritas ditopang segmen security yang meliputi kartu identitas, kartu pembayaran, perlindungan merek, dan lainnya.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raih Penjualan Rp666,50 Miliar di Paruh Pertama 2025
Selain itu, laba kotor meningkat menjadi Rp713 miliar, didukung peningkatan margin seiring pergeseran produksi ke penawaran bernilai tambah lebih tinggi, khususnya pada solusi keamanan digital.
Sementara itu, EBITDA perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp601 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp348 miliar. (*)
Editor: Yulian Saputra


