Poin Penting
- Regulator Inggris mendenda BDO sebesar £2 juta akibat pelanggaran serius dalam audit perusahaan konstruksi NMCN yang bangkrut pada 2021
- FRC menilai audit BDO terhadap laporan keuangan NMCN 2019 mengandung banyak pelanggaran mendasar dan gagal menerapkan skeptisisme profesional.
- Selain didenda regulator, BDO juga menghadapi gugatan hukum senilai £80 juta terkait dugaan penerbitan dua versi opini audit NMCN.
Jakarta – Regulator akuntansi Inggris menjatuhkan denda sebesar £2 juta atau sekitar Rp48,01 miliar (kurs poundsterling Rp24.009) kepada BDO terkait “pelanggaran luas” dalam proses audit perusahaan konstruksi yang bangkrut, yakni NMCN.
Dikutip dari ft.com, Jumat, 29 Mei 2026, Dewan Pelaporan Keuangan atau Financial Reporting Council (FRC) kemarin menyatakan bahwa audit laporan keuangan NMCN tahun 2019—laporan terakhir sebelum perusahaan masuk proses administrasi—mengandung kesalahan yang dinilai “signifikan dan serius”.
FRC menyoroti adanya “banyak pelanggaran yang meluas dan mendasar dalam pekerjaan audit BDO”.
Selain BDO, FRC juga menjatuhkan denda kepada mitra audit yang menandatangani audit NMCN, Geraint Jones, sebesar £75.000.
Setelah mendapatkan keringanan atas kerja sama yang diberikan, total denda BDO menjadi £1,3 juta dan Geraint Jones sekitar £50.000. BDO mengakui pelanggaran tersebut.
Sebagai informasi, NMCN—yang sebelumnya bernama North Midland Construction—runtuh pada 2021 setelah menunda berbulan-bulan dalam publikasi laporan keuangan 2020. Perusahaan tersebut dikenal menangani berbagai proyek konstruksi besar dan infrastruktur nasional di Inggris.
BDO, firma akuntansi terbesar kelima di Inggris, sebelumnya memberikan opini audit wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan NMCN tahun 2018 dan 2019. Namun, laporan tersebut kemudian diketahui mengandung salah saji material lebih dari £21 juta.
Baca juga: OJK Jatuhkan Sanksi Pelanggaran Pasar Modal ke Emiten IPPE, Denda Tembus Miliaran
Laporan keuangan NMCN tahun 2019 sempat menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit. Namun, hanya beberapa bulan setelah laporan ditandatangani, chief executive officer (CEO) dan chief financial officer (CFO) perusahaan mengundurkan diri secara mendadak. Kondisi keuangan perusahaan kemudian memburuk dengan estimasi kerugian pada 2020 melonjak hingga £43 juta.
Kasus ini menambah tekanan regulator terhadap kualitas audit BDO. Dalam beberapa tahun terakhir, BDO memang agresif mengambil audit perusahaan besar dari dominasi big four.
Namun, regulator menilai kualitas audit perusahaan tersebut “jauh di bawah ekspektasi” selama lima tahun berturut-turut dan menjadi firma dengan performa terburuk di antara pesaing sejenis dalam inspeksi regulator 2025.
FRC menyatakan bahwa meski telah mengidentifikasi risiko signifikan terkait potensi salah saji material atas pendapatan dan laba kontrak jangka panjang NMCN, BDO gagal memperoleh “kepastian yang masuk akal” bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
BDO juga dinilai gagal menerapkan skeptisisme profesional dalam audit dan tidak mengumpulkan bukti audit yang memadai terkait status kelangsungan usaha NMCN.
Meski demikian, FRC menegaskan pelanggaran tersebut tidak dilakukan secara sengaja maupun tidak jujur.
BDO diketahui mengundurkan diri sebagai auditor NMCN pada 2020 setelah menjabat selama 10 tahun.
Sementara Wakil Penasihat Eksekutif FRC, Jamie Symington, mengatakan BDO “gagal menilai bukti secara kritis, menantang pernyataan manajemen dan menerapkan skeptisisme profesional di bidang-bidang penting termasuk kelangsungan hidup”.
Menanggapi putusan tersebut, BDO menyebut audit mereka “berada di bawah standar yang kami harapkan”.
Meski demikian, perusahaan mengklaim telah melakukan “perubahan struktural yang signifikan” terhadap praktik audit dalam enam tahun terakhir.
“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan konsistensi dalam audit kami yang berkualitas tinggi. FRC telah mencatat tingkat luar biasa dari kerja sama kami,” kata BDO.
Baca juga: OJK Temukan 244 Pelanggaran Iklan di Sektor Jasa Keuangan
Tak hanya itu, BDO juga tengah menghadapi gugatan hukum senilai £80 juta dari administrator NMCN. Gugatan tersebut menuduh BDO menyusun dua versi opini audit pada 2019, yakni satu versi yang mencantumkan ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha perusahaan dan versi lain yang memberikan opini bersih.
Administrator menilai BDO akhirnya menandatangani versi opini bersih setelah menerima proyeksi arus kas yang “jauh lebih optimistis” dari manajemen NMCN. Saat itu, BDO menolak memberikan komentar terkait proses hukum yang masih berjalan.
Secara terpisah, FRC juga sedang menyelidiki audit BDO terhadap Home REIT, dana properti yang ditutup setelah short seller menuduh perusahaan menyesatkan investor.
Sebelumnya pada November lalu, regulator juga menjatuhkan denda lebih dari £6 juta kepada BDO dan dua mantan mitranya atas pelanggaran lain yang disebut “sangat serius”.


