Poin Penting
- Rosan Roeslani menegaskan ekonomi syariah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besar di statistik.
- MES diminta fokus pada program terukur yang berdampak langsung bagi UMKM, petani, guru, dan masyarakat kecil.
- Rosan menyoroti masyarakat yang harus menabung 10-15 tahun untuk umrah sebagai tantangan ekonomi syariah.
Jakarta — Ketua Umum PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Rosan P. Roeslani, menegaskan ekonomi syariah tidak boleh hanya tumbuh dalam angka statistik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Menurutnya, potensi besar ekonomi syariah Indonesia harus mampu menghadirkan manfaat bagi petani, guru, pelaku UMKM, hingga masyarakat kecil.
“Kita dengar Indonesia selalu mempunyai potensi yang besar, nomor tiga di catatan statistik ekonomi terbesar di dunia pada saat ini. Tetapi kalau kita lihat, apakahkeberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah ini sudah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujar Rosan, saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan PP Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.
Baca juga: Bos Danantara Ungkap Saham Perbankan RI Masih di Bawah Harga Wajar
Ia menilai pertanyaan tersebut perlu menjadi refleksi bagi seluruh pengurus baru MES agar organisasi tidak sekadar hadir sebagai simbol atau wacana.
Fokus pada Program yang Dirasakan Masyarakat
Rosan menegaskan tujuan utama ekonomi bukan hanya memperbesar industri, tetapi juga memuliakan manusia dan meningkatkan kesejahteraan secara adil dan merata.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus MES fokus menjalankan program yang terukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita bukan mengejar peringkat, kita bukan hanya mengejar statistik atau kita memperbesar citra. Tapi yang kita inginkan adalah suatu perbuatan nyata yang terukur, terstruktur, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat ekonomi syariah,” jelasnya.
Soroti Sulitnya Masyarakat Menabung Umrah
Dalam kesempatan itu, Rosan juga membagikan pengalamannya saat bertemu jemaah umrah asal Jombang ketika menjalankan tugas terkait pengelolaan kampung haji tahun lalu.
Ia mengaku tersentuh mendengar cerita masyarakat yang harus menabung selama 10 hingga 15 tahun untuk bisa berangkat umrah.
“Bagaimana peran dari Masyarakat Ekonomi Syariah ini bisa memperpendek paling tidak kalau mereka mau umrah, mau memperpendek jangka waktu mereka menabung apabila mereka ingin haji,” imbuhnya.
Baca juga: Rosan Lapor Prabowo soal Komitmen Investasi Jepang-Korsel Rp570 Triliun
Menurut Rosan, akar kemiskinan bukan hanya persoalan pendapatan, tetapi juga hilangnya pilihan dan harapan hidup masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia meminta seluruh pengurus MES selalu memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Apakah ini akan dirasakan oleh yang tidak hadir di ruangan ini? Apakah ini akan memberikan asas manfaat yang besar kepada seluruh rakyat Indonesia?” kata Rosan.
“Karena keberadaan kita di sini akan menjadi dampak yang signifikan yang besar apabila itu dirasakan tidak hanya oleh kita yang ada di dalam ruangan ini tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


