Poin Penting
- Prabowo dan Macron meluncurkan FI-HLBC, dewan bisnis Indonesia-Prancis dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD1,3 triliun.
- FI-HLBC menjadi platform permanen kerja sama bisnis untuk mendorong investasi, perdagangan, hilirisasi industri, dan kemitraan strategis kedua negara.
- Indonesia dan Prancis menargetkan perdagangan bilateral meningkat tiga kali lipat pada 2035, didukung kesepakatan komersial baru senilai USD3,5 miliar.
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri peluncuran France–Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC) di Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026).
Forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan perusahaan-perusahaan terkemuka dari kedua negara tersebut memiliki total kapitalisasi pasar gabungan sedikitnya mencapai USD1,3 triliun.
Peluncuran FI-HLBC menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan ekonomi, investasi, industri, dan perdagangan Indonesia–Prancis. Forum ini merupakan inisiatif bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan MEDEF International serta menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis pada 26-29 Mei 2026.
Baca juga: Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, DPR: Pastikan Manfaatnya bagi Siswa
Acara peluncuran digelar di Hotel de Marigny, kompleks Palais de l’Élysée, setelah Presiden Prabowo dan Presiden Macron menyelesaikan pertemuan bilateral serta pertemuan empat mata di Istana Élysée.
Kehadiran langsung kedua kepala negara menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk membawa kerja sama ekonomi ke tingkat yang lebih strategis dan berorientasi pada hasil konkret.
Platform Permanen Kerja Sama Bisnis
FI-HLBC mempertemukan sekitar 30 pimpinan perusahaan dan industri terkemuka dari kedua negara. Forum ini dirancang sebagai platform permanen business-to-business untuk memperkuat perdagangan, investasi, hilirisasi industri, serta kemitraan ekonomi jangka panjang.
Baca juga: Indonesia di Tepi Jurang: antara Stabilitas “Semu” dan Bom Waktu Perbankan
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan peluncuran FI-HLBC merupakan momentum penting untuk memperkuat koridor ekonomi Indonesia–Prancis dalam kerangka kemitraan strategis yang lebih luas.
“FI-HLBC bukan sekadar forum dialog bisnis, tetapi platform implementasi. Kadin Indonesia bersama MEDEF International ingin memastikan hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis semakin konkret, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi dunia usaha serta pembangunan nasional,” ujar Anindya, dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh Anindya Novyan Bakrie selaku Ketua Umum Kadin Indonesia dan CEO Bakrie & Brothers, serta Antoine de Saint-Affrique sebagai Chairman France–Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone.
Dalam forum tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, mineral kritis, pertahanan, keamanan, teknologi, manufaktur, pangan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, hingga keberlanjutan.
Kantongi Kesepakatan Baru USD3,5 Miliar
Salah satu capaian penting dalam kunjungan kenegaraan tersebut adalah tercapainya empat kesepakatan komersial baru senilai total USD3,5 miliar. Kesepakatan itu difokuskan pada penguatan ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama sektor pertahanan.
Baca juga: Serangan Konten Negatif ke Pindar Legal Dinilai Ancam Kepercayaan Publik
Selain itu, FI-HLBC juga akan mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025, sebanyak 27 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai lebih dari USD11 miliar.
Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara komitmen diplomatik dan realisasi bisnis melalui identifikasi hambatan investasi, percepatan penyelesaian isu usaha, serta pembukaan peluang kemitraan baru bagi perusahaan Indonesia dan Prancis.
Target Perdagangan Naik 3 Kali Lipat
Dalam agenda Indonesia-France CEO Forum 2026, pelaku usaha membahas empat klaster utama kerja sama.
Klaster pertama mencakup pertambangan, energi, dan sumber daya strategis yang berfokus pada mineral kritis, energi bersih, transisi energi, serta penguatan rantai pasok industri.
Klaster kedua membahas pertahanan, keamanan, dan teknologi, sejalan dengan semakin eratnya hubungan kedua negara dalam bidang pertahanan, pelatihan militer, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi industri strategis.
Sementara itu, klaster ketiga menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan kesehatan. Kerja sama pada sektor ini diarahkan untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang melalui pendidikan, inovasi, industri pangan, dan layanan kesehatan.
Adapun klaster keempat berfokus pada industri dan manufaktur, termasuk peluang investasi hilirisasi, pengembangan kendaraan listrik, komponen industri, serta ekosistem manufaktur modern yang lebih kompetitif.
Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Target tersebut dinilai realistis mengingat potensi ekonomi yang besar, posisi strategis Indonesia di Asia Tenggara, serta peran Prancis sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa.
Dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai USD1,3 triliun dan komitmen investasi miliaran dolar AS, pembentukan FI-HLBC menandai babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Prancis yang diharapkan mampu menghasilkan kerja sama konkret dan berkelanjutan bagi kedua negara. (*)
Editor: Yulian Saputra


