Poin Penting
- Restrukturisasi utang proyek Whoosh akan berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan.
- Skema restrukturisasi telah rampung dan dijadwalkan diumumkan resmi pada Mei 2026.
- Pemerintah terlibat untuk menjaga keberlanjutan operasional Whoosh di tengah beban utang besar.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh akan berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan keputusan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Iya, betul (di bawah Kemenkeu),” ujar Rosan di Kemenko Perekonomian, Selasa, 28 April 2026.
Rosan menjelaskan, skema restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah mendapat persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pengumuman resmi terkait skema tersebut dijadwalkan dilakukan pada Mei 2026.
“Nanti mau diumumin secara resminya, sudah dijanjikan untuk dia (AHY) yang ngumumin untuk bentuknya seperti apa,” imbuhnya.
Baca juga: KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa formula restrukturisasi utang Whoosh telah rampung dan akan segera ditandatangani.
“Tapi formula ini kan sudah selesai nanti waktu itu diumumkan tapi sudah selesai, sehingga harapannya nanti tidak ada lagi perdebatan mengenai Whoosh ini. Intinya Kami pemerintahan ini kan ingin menyelesaikan jadi harus dilihat juga porsinya bahwa kami ingin menyelesaikan sesuai dengan porsinya,” ujar Dony.
Fokus Keberlanjutan Operasional
Dony menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian utang, tetapi juga memastikan operasional Whoosh tetap berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, sejak awal proyek ini menanggung beban utang besar tanpa dukungan modal yang memadai. Karena itu, keterlibatan pemerintah dinilai penting agar beban finansial tidak sepenuhnya ditanggung oleh operator.
Baca juga: Penumpang Whoosh Tembus 311 Ribu saat Lebaran 2026, Naik 7 Persen
“Untuk penyelesaian finansial inilah yang kita cari solusinya mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini karena kalau dibebankan kepada kereta api saja tentu kereta api tidak cukup untuk menangguh beban finansialnya,” imbuh Dony.
Ia menambahkan, saat ini Whoosh telah mampu beroperasi dengan pendapatan sendiri dan mulai memberikan dampak ekonomi. (*)
Editor: Yulian Saputra








