Poin Penting
- Pemprov Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan korban kecelakaan kereta di Bekasi.
- Santunan Rp50 juta disiapkan bagi ahli waris korban meninggal dunia.
- KAI juga menanggung biaya pengobatan dan pemakaman korban melalui asuransi.
Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh biaya perawatan korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jabar, Senin (27/4) malam, ditanggung sepenuhnya.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab langsung pemerintah terhadap para korban.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Baca juga: Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban
Selain itu, KDM juga menyampaikan duka mendalam atas insiden yang menimpa KRL rute Jakarta-Bekasi tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengajak warga Jawa Barat untuk mendoakan agar keluarga korban diberikan kesabaran menghadapi musibah ini,” bebernya.
KAI Pastikan Penanganan Maksimal
Sementara itu, Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya, bekerja sama dengan pihak asuransi.
Baca juga: Green SM Buka Suara usai Armada Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh korban dalam insiden operasional tersebut mendapatkan penanganan maksimal.
“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Dalam insiden tersebut, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara itu, pada rangkaian KRL tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka yang kini telah mendapatkan perawatan medis. (*)
Editor: Yulian Saputra








