Poin Penting
- KAI menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka dan pemakaman korban meninggal.
- Enam penumpang meninggal dan 80 luka-luka dalam insiden di Bekasi Timur.
- KAI membuka posko informasi dan menghentikan sementara layanan di stasiun terdampak.
Bekasi – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama pascainsiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya, bekerja sama dengan pihak asuransi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh korban dalam insiden operasional tersebut mendapatkan penanganan maksimal.
“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan KA Bandara dan Truk di Poris Tangerang
Dalam kejadian itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara itu, pada rangkaian KRL tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka yang kini telah mendapatkan perawatan medis.
Penanganan dan Evakuasi
Korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menginformasikan bahwa barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah dikumpulkan dan diamankan melalui layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaannya dilakukan bersama pihak kepolisian secara terkoordinasi guna mendukung proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara
Layanan Terganggu
Sebagai langkah penanganan, KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait penumpang.
Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik turun penumpang. Layanan KRL juga dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
KAI menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi korban dan keluarga, serta memastikan proses penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan,” ujar Anne.
Baca juga: Prabowo Naik KRL ke Tanah Abang, Resmikan Stasiun Baru dan Kasih Pesan Penting
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” tambah Anne.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan. (*)








