Poin Penting
- Sekitar 400 ribu buruh diperkirakan hadir dalam peringatan May Day 2026 di Monas.
- Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dan akan memberikan “kejutan” khusus untuk buruh.
- Buruh mendorong ratifikasi konvensi ILO dan percepatan UU ketenagakerjaan baru.
Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan ribu buruh dijadwalkan memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat.
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memperkirakan jumlah massa yang hadir mencapai sekitar 400 ribu orang, termasuk elemen masyarakat di luar buruh.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa massa akan mulai berkumpul sejak pagi hari di lokasi acara.
Baca juga: Demo Buruh di DPR, Polisi Ingatkan Aksi Hanya Sampai Pukul 18.00 WIB
“Akan dihadiri oleh 211.000 buruh dan juga akan dihadiri oleh elemen-elemen masyarakat lainnya. Jadi, perkiraan massa akan mencapai 400.000 buruh, seluruh massa akan berkumpul jam 7 pagi di Silang Monas, Jakarta,” ujar Andi saat jumpa pers di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Prabowo Dijadwalkan Hadir
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peringatan tersebut, sebagaimana tahun sebelumnya.
“May Day akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Jam 8 pagi akan dilaksanakan di Monas,” katanya lagi.
Baca juga: UMP 2026 Diprotes Buruh, Begini Tanggapan Menko Airlangga
Dalam peringatan May Day tahun ini, Andi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan memberikan kejutan khusus bagi para buruh.
“Beliau (Prabowo), saya mendengar akan memberikan sesuatu yang istimewa untuk buruh Indonesia pada saat pidatonya tanggal 1 Mei 2026,” tandasnya.
Agenda dan Tuntutan Buruh
Lebih lanjut, ia memaparkan rangkaian acara akan diawali dengan sambutan pimpinan sejumlah konfederasi buruh, kemudian dilanjutkan dengan pidato Presiden yang diperkirakan memuat arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Selain itu, buruh juga akan menyampaikan sejumlah tuntutan strategis kepada pemerintah.
Salah satu tuntutan utama adalah ratifikasi Konvensi ILO 190 terkait penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, serta Konvensi 188 mengenai perlindungan pekerja sektor perikanan.
Andi menilai ratifikasi untuk sektor perikanan berpeluang segera direalisasikan.
Dorong Regulasi Ojol dan UU Baru
Buruh juga mendorong pembentukan regulasi bagi pengemudi ojek online (ojol) serta percepatan penyusunan undang-undang (UU) ketenagakerjaan baru yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca juga: Buruh Desak UMP 2026 Naik 10 Persen, Pemerintah Siap Umumkan Sebentar Lagi
Andi menyebut, hampir seluruh konfederasi buruh, sekitar 99 persen, dipastikan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Meski begitu, KSPSI tetap menghormati serikat pekerja yang memilih menggelar peringatan di lokasi berbeda.
“Kalaupun ada kawan-kawan yang melaksanakan kegiatan lain di luar Monas, kami tetap menghormati dan menghargai sikap tersebut. Tetapi tentu tidak mengurangi hakikat persatuan dan kesatuan buruh,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pembahasan pasal-pasal dalam rancangan UU Ketenagakerjaan juga melibatkan pengusaha dan akan disampaikan kepada DPR.
“Kita akan kebut seluruh masukan dari konfederasi buruh bersama-sama pengusaha duduk bersama, mana pasal yang kurang mana pasal yang tidak ini kita akan sampaikan ke DPR, jadi kita akan kerja keras,” pungkas Andi. (*)








