Poin Penting
- Franky Oesman Widjaja resmi mundur dari posisi Presiden Komisaris DSSA setelah lebih dari satu dekade.
- Pengunduran diri Franky mendapat persetujuan sekitar 99,9 persen suara dalam RUPSLB DSSA.
- David Fernando Audy ditunjuk menggantikan Franky sebagai Presiden Komisaris DSSA.
Jakarta – Perubahan besar terjadi di jajaran pimpinan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) setelah Franky Oesman Widjaja meninggalkan kursi Presiden Komisaris. Keputusan itu disahkan pemegang saham melalui RUPSLB pada 10 September 2026.
Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Franky dalam jajaran komisaris perseroan. David Fernando Audy kemudian ditunjuk untuk mengisi posisi strategis tersebut.
Franky merupakan putra Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Keluarga Widjaja tercatat memiliki kekayaan mencapai 28,3 miliar dolar AS pada Desember 2025.
Baca juga: DSSA Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp319,86 Miliar, Segini Besaran Kuponnya
Jejak Franky Oesman Widjaja di Bisnis Sinar Mas
Karier Franky di dunia bisnis dimulai sejak 1982. Kiprahnya mencakup sektor pulp dan kertas, properti, kimia, keuangan, serta pertanian.
Franky menempuh pendidikan di Universitas Aoyama Gakuin, Jepang. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 1979.
Di DSSA, Franky pertama kali menjadi Ketua Komisaris pada 31 Mei 2011. Kepercayaan tersebut kembali diberikan melalui RUPS pada 2014 dan 2019.
Peran Franky tidak berhenti pada satu perusahaan. Ia juga memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai entitas Sinar Mas.
Franky pernah menjadi Komisaris Utama SMAR sejak Juli 2020. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin jajaran komisaris Plaza Indonesia Realty.
Posisi Komisaris Utama PT SMART Tbk juga pernah diembannya sejak 2003. Franky kemudian menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi perusahaan tersebut.
Di sektor agribisnis, pengalaman Franky juga terbilang panjang. Ia menjabat CEO Golden Agri-resources Ltd. sejak 1996.
Franky juga pernah memimpin Divisi Produk Agri-Bisnis dan Makanan Konsumen Grup Sinar Mas. Ia turut menjadi Wakil Presiden anak usaha GAR di Indonesia.
Sementara itu, posisi puncak Sinarmas Land Ltd. pernah dipercayakan kepadanya. Franky menduduki jabatan tersebut sejak 2000 hingga Desember 2006.
Bukan Sekadar Pengurus Perusahaan
Pengaruh Franky juga terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi bisnis. Aktivitas tersebut memperluas perannya di luar struktur perusahaan.
Di KADIN, Franky menjabat Wakil Ketua II Bidang Ekonomi. Ia juga masuk dalam jajaran penasihat sejumlah asosiasi industri.
Franky tercatat sebagai Anggota Dewan Penasihat GAPKI. Ia juga menjadi Anggota Dewan Penasihat GAPMMI.
Di lingkungan pasar modal, Franky menjadi Anggota Dewan Penasihat AEI. Ia juga tercatat sebagai Anggota Dewan Penasihat APINDO.
Keterlibatan Franky turut menjangkau sektor pendidikan dan sosial. Ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas Yayasan Prasetiya Mulya.
Franky juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia. Deretan posisi tersebut memperlihatkan luasnya aktivitas Franky selama berkarier.
David Fernando Audy Ambil Alih Kursi Presiden Komisaris
DSSA menetapkan pergantian tersebut melalui RUPSLB pada 10 September 2026. Keputusan itu mendapat dukungan 147.599.515.567 saham atau sekitar 99,9 persen suara.
“Selanjutnya menyetujui pengangkatan Bapak David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris Perseroan, dengan masa jabatan sesuai dengan masa jabatan anggota Dewan Komisaris lainnya,” tulis Risalah RUPSLB DSSA.
David sebelumnya merupakan anggota direksi DSSA. Ia pertama kali diangkat sebagai Direktur melalui RUPST pada 25 Juni 2024.
Pendidikan David ditempuh di University of New South Wales, Australia. Ia meraih gelar perdagangan, keuangan, dan sistem informasi pada 2001.
David kemudian mengambil studi Akuntansi dan Keuangan Profesional di universitas yang sama. Pendidikan tersebut diselesaikannya pada 2002.
Pengalaman David juga mencakup ekosistem bisnis Sinar Mas. Sejak 2023, ia menjabat Direktur Sinarmas Agribusiness & Food.
Baca juga: Hastanto Mundur dari Kursi Presdir Asuransi Bintang, Ada Apa?
Ia juga menjadi Senior Advisor Hedge Fund di Three Body Capital. Sebelumnya, David pernah menjadi komisaris independen sejumlah perusahaan terbuka.
Pengalaman tersebut mencakup Cashlez Worldwide Indonesia, Matahari Department Store, dan Multipolar. David juga pernah menjadi Operating Partner East Ventures Growth Fund.
Kariernya kemudian banyak bersentuhan dengan industri media dan teknologi. Ia pernah menjadi Direktur Utama sekaligus CEO Media Nusantara Citra.
David juga pernah memimpin Infokom Elektrindo dan Global TV. Pengalamannya turut mencakup bisnis digital, periklanan, serta perdagangan elektronik.
Ia pernah menjadi CEO MNC Tencent Indonesia dan memimpin bisnis Rakuten Indonesia. David juga sempat menangani bisnis media online Okezone.com.
Kini, David membawa pengalaman lintas industri ke posisi tertinggi dalam jajaran komisaris DSSA. Sementara itu, Franky Oesman Widjaja mengakhiri kiprahnya sebagai Presiden Komisaris perseroan. (*)


