Poin Penting
- Realisasi investasi kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen yoy dan setara 25,1 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun
- Investasi menyerap 742.293 tenaga kerja pada kuartal II 2026, naik 5,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya
- PMA mendominasi dengan Rp257,7 triliun (50,4 persen), sedangkan PMDN Rp254,1 triliun (49,6 persen). Investasi luar Jawa mencapai Rp256,5 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi.
Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,1 persen secara tahunan (yoy), atau 25,1 persen dari target 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan, peningkatan investasi turut mendorong penyerapan tenaga kerja nasional. Pada kuartal II 2026, investasi menyerap 742.293 tenaga kerja atau naik 5,1 persen.
“Ini di kuartal II 2026 saja penyerapan tenaga kerjanya 742.293 orang atau peningkatan 5,1 persen,” ujar Rosan dalam konferensi pers realisasi investasi di Istana Kepresidenan, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: BI Dukung PFII untuk Perkuat Ketahanan Eksternal dan Dorong Investasi
Berdasarkan komposisi, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan kontribusi sebesar 50,4 persen atau Rp257,7 triliun. Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan porsi 49,6 persen atau Rp254,1 triliun.
Dari sisi wilayah, kata Rosan, pemerataan investasi semakin terlihat. Realisasi investasi di luar Jawa pada kuartal II 2026 mencapai Rp256,5 triliun atau 50,1 persen dari total atau tumbuh 6,8 persen yoy, sedangkan Jawa mencatat Rp255,3 triliun atau 49,9 persen, tumbuh 7,5 persen yoy.
“Di kuartal II 2026 ini walaupun luar Jawa masih meningkat lebih sedikit, kita harapkan pemerataan ini juga masih terus berkembang untuk melihat potensi-potensi lainnya,” jelasnya.
Baca juga: Ekonom: Jangan Asal Bikin KEK, Sesuaikan dengan Kebutuhan Investor
Provinsi Realisasi Investasi Terbesar
Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar di kuartal II 2026 yaitu DKI Jakarta Rp94,9 triliun, Jawa Barat Rp61,3 triliun, Maluku Utara Rp40,2 triliun, Jawa Timur Rp40,1 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp36,6 triliun.
Sementara, berdasarkan sektor, lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar adalah industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp81,0 triliun.
Selanjutnya, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp57,3 triliun, pertambangan Rp53,1 triliun, jasa lainnya Rp49,7 triliun, serta perdagangan dan reparasiRp40,8 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


