Poin Penting
- Bank Indonesia mendukung pembentukan PFII untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
- PFII dinilai berpotensi menarik lebih banyak arus modal, baik investasi portofolio maupun investasi langsung ke sektor riil.
- BI menilai investasi di sektor riil akan memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungan terhadap pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang dinilai mampu memperkuat ketahanan sektor eksternal, meningkatkan investasi, hingga mendorong perekonomian domestik.
Deputi Gubernur Senioir BI Destry Damayanti mengatakan, salah satu tantangan terbesar perekonomian Indonesia saat ini berada di sektor eksternal. Meskipun neraca perdagangan barang mencatat surplus, neraca jasa masih mengalami defisit sehingga membebani neraca pembayaran (balance of payment).
Baca juga: Danantara Ingin Sulap Bali Jadi ‘Dubai Baru’ untuk Sektor Keuangan
“Karena memang tantangan yang terbesar untuk ekonomi kita saat ini adalah di sektor eksternal kita. Selama ini kita sudah mempunyai surplus dalam perdagangan barang tapi untuk jasanya kan kita masih defisit. Sehingga itu akhirnya memengaruhi di balance of payment kita keseluruhan,” ujar Destry dalam acara Investment Forum 2026, dikutip, Kamis 16 Juli 2026.
Destry menilai pembentukan PFII merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor eksternal Indonesia melalui peningkatan arus modal (capital inflow), baik dalam bentuk investasi portofolio maupun investasi langsung (foreign direct investment/FDI) ke sektor riil.
Baca juga: Himbara Nilai PFII Bisa jadi Magnet Arus Modal Global ke RI
Menurutnya, investasi yang masuk ke sektor riil akan memberikan manfaat jangka panjang karena mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
“Kalau masuk di sektor riil pasti panjang dan itu pasti akan lebih memberikan keyakinan kepada perekonomian kita, karena dana itu pasti akan bergerak dan berputar masuk ke sektor riil,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


