Poin Penting
- OJK meminta bank KBMI I mulai memperkuat permodalan sebagai bagian dari rencana konsolidasi industri perbankan.
- Konsolidasi menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas ekspansi perbankan.
- OJK berharap bank segera mengajukan konsolidasi secara sukarela tanpa perlu ada paksaan dari regulator.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong bank yang masuk Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I untuk memperkuat permodalan sebagai bagian dari rencana konsolidasi industri perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan OJK telah mengirimkan surat resmi kepada bank-bank KBMI I agar mulai mempertimbangkan penguatan modal, salah satunya melalui konsolidasi.
“Jadi artinya mereka (KBMI I) sudah harus mulai mempertimbangkan untuk mulai memperkuat permodalanya. Sehingga mereka itu diharapkan akan melakukan konsolidasi dengan bank lain. Dan itu terserah mereka akan melakukan konsolidasi dengan bank mana pun,” ujar Dian saat ditemui di Jakarta, dikutip, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: Ada Sejumlah Bank KBMI 1 Mau Konsolidasi, Ini Bocoran OJK
Dian menjelaskan, kewenangan OJK dalam mendorong konsolidasi perbankan telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Bahwa konsolidasi itu kemudian akan diatur oleh OJK. Nah jadi memang sesuai dengan juga keinginan stakeholders dalam hal ini, pemerintah dan juga DPR memang ingin bank-bank di Indonesia itu kemudian dikonsolidasikan sehingga menjadi semakin kuat gitu intinya,” ungkapnya.
Baca juga: OJK Masih Godok Kebijakan Penghapusan KBMI I
Menurut Dian, OJK berharap dalam waktu dekat bank-bank mulai mengajukan rencana konsolidasi secara sukarela tanpa harus didorong oleh regulator.
“Karena memang tuntutannya sekarang saya kira efisiensi perbankan dan kemudian juga daya ekspansi perbankan itu memang harus diperkuatkan karena kebutuhan ekonomi. Jadi kita kan kebutuhan pembiayaan ekonomi dari waktu-waktu terus tumbuh apalagi dengan target growth yang semakin tinggi,” jelas Dian. (*)
Editor: Yulian Saputra


