Poin Penting
- DBS Treasures Private Client mencatat pertumbuhan AUM sebesar 13 persen yoy pada Juni 2026, dengan AUM per nasabah naik 15 persen yoy.
- Pendapatan layanan tersebut meningkat 34 persen yoy, didorong oleh pertumbuhan fee income sebesar 65 persen yang berkontribusi 34 persen terhadap kenaikan total pendapatan.
- Laba bersih DBS Indonesia dari segmen Treasures Private Client tumbuh 24 persen yoy, di tengah tantangan likuiditas dan persaingan perbankan yang ketat.
Jakarta – PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mencatatkan kinerja positif pada segmen nasabah affluent melalui layanan DBS Treasures Private Client. Hingga Juni 2026, total asset under management (AUM) yang dikelola tumbuh 13 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Consumer Banking Group DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan bahwa periode 2025 hingga 2026 menjadi masa yang menantang bagi industri perbankan, terutama dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
“(Semua) pasti sudah tahu, di tahun 2025 sampai dengan 2026, challenge kami salah satunya adalah DPK. Karena liquidity itu sangat tight, kami sama-sama dengan bank-bank lain juga, berusaha untuk meningkatkan AUM,” ujar Melfrida pada Rabu, 15 Juli 2026.
Baca juga: Ditopang Laba Emiten, DBS Proyeksikan IHSG Kembali Sentuh 8.000
Di tengah kondisi likuiditas yang ketat tersebut, DBS Treasures Private Client mampu mencatat pertumbuhan AUM per nasabah sebesar 15 persen yoy pada Juni 2026.
Selain itu, sepanjang Juni 2025 hingga Juni 2026, layanan tersebut membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 34 persen yoy.
“Majority dari income yang kita booking itu datang dari fee income. Jadi growthnya itu sekitar 65 persen, dan kontribusinya 34 persen terhadap kenaikan total income,” lanjut Melfrida.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang diperoleh DBS Indonesia dari layanan Treasures Private Client meningkat 24 persen yoy. Namun, perseroan tidak mengungkapkan secara rinci jumlah nasabah, total AUM, maupun nilai laba bersih dibandingkan periode sebelumnya.
Melfrida menjelaskan, keberhasilan DBS Treasures Private Client dalam mempertahankan pertumbuhan nasabah dan AUM didukung oleh sejumlah faktor, antara lain kemampuan analisis dan akurasi data untuk kebutuhan investasi, layanan yang responsif dan sesuai kebutuhan nasabah, serta kesiapan dalam melayani generasi penerus nasabah guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga: DBS Beberkan Strategi Diversifikasi Portofolio Aset di Tengah Ketidakpastian Global
Menurutnya, pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang masih berlangsung.
“Despite of challenges yang ada di luar sana, di mana persaingan makin tinggi, situasi geopolitical juga nggak baik-baik saja, dan juga situasi persaingan dengan bank-bank lain DBS Indonesia dengan tim dari Treasures Private Client itu selalu bisa bekerja sama dengan baik,” tutup Melfrida. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


