Poin Penting
- S&P mempertahankan rating Indonesia dengan outlook stabil, mencerminkan kepercayaan pada independensi BI.
- Deputi Gubernur Senioir BI Destry Damayanti menilai independensi BI terbukti dari kemampuan menaikkan suku bunga acuan.
- Sinergi fiskal dan moneter yang prudent dinilai positif bagi ekonomi Indonesia.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penilaian terbaru dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings mencerminkan keyakinan investor global terhadap independensi dari bank sentral Indonesia.
Deputi Gubernur Senioir BI Destry Damayanti menyatakan, keputusan S&P untuk mempertahakan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil menjadi bukti bahwa ketentuan dalam Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) tidak menjadi ancaman bagi independensi BI.
“Selalu yang jadi concern adalah selalu berkali-kali disampaikan independensi BI. Tapi pada saat S&P masuk dan mereka melihat bahwa independensi BI tidak ada masalah disini,” ujar Destry dalam acara Investment Forum 2026, dikutip, Kamis 16 Juli 2026.
Baca juga: Rating S&P Beri Angin Segar, tapi Ujian Pasar Keuangan RI Belum Usai
Destry menjelaskan, independensi BI terlihat dari bagaimana otoritas moneter bisa mengambil kebijakan secara terukur, seperti menaikan suku bunga acuan.
“Kalau di alasan mereka (S&P), sejauh ini ternyata BI masih bisa melakukan atau mengeluarkan kebijakan seperti menaikkan suku bunga. Kalau kita sudah tidak independennya tidak mungkin kita akan bisa mengeluarkan itu,” ungkapnya.
Baca juga: Airlangga: Rating BBB dari S&P Bukti Fundamental Ekonomi RI Solid
Lebih lanjut, menurut Destry, pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui kebijakan fiskal yang prudent yang menjadi suatu hal yang positif bagi perekonomian Indonesia.
“Pemerintah memberikan keleluasaan bahwa fiskal sudah prudent, didukung dengan moneter yang prudent. Jadi saya rasa ini menjadi suatu hal yang sangat positif untuk ekonomi Indonesia,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama


