Poin Penting
- Rasa Saji Nusantara Group membuka Iruka Izakaya dan menargetkan tiga gerai hingga akhir 2026
- Perusahaan menyiapkan dua merek baru, yakni Bersua (coffee shop) dan Saraya (kuliner Nusantara)
- Manajemen optimistis bisnis kuliner Jepang masih prospektif dengan fokus pada kualitas dan ekspansi.
Jakarta – Rasa Saji Nusantara Group resmi membuka Iruka Izakaya di M Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 30 Juli 2026. Kehadiran restoran bergaya Jepang tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam mempercepat ekspansi bisnis kuliner, khususnya di kawasan Jakarta Selatan yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan.
Direktur Rasa Saji Nusantara Group, Lulita Milasari, mengatakan, pasar kuliner Jepang di Jakarta masih terbuka lebar. Menurutnya, permintaan terhadap makanan Jepang tetap tinggi selama pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk dan konsistensi layanan.
“Kalau makanan sebenarnya di Jakarta ini masih punya peluang. Prospeknya masih bisa bermacam-macam juga, karena pasar itu selalu ada. Tinggal bagaimana kita memastikan konsistensinya,” ujar Lulita.
Gencar Ekspansi
Optimisme tersebut menjadi dasar perusahaan untuk memperluas jaringan Iruka Izakaya. Hingga akhir 2026, Rasa Saji Nusantara Group menargetkan memiliki tiga gerai Iruka Izakaya.
Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan dua konsep bisnis baru. Pertama yang bergerak di segmen kedai kopi, sedangkan yang kedua mengusung konsep makanan khas Nusantara.
“Target akhir tahun ini Iruka Izakaya ada tiga. Nanti ada brand lagi namanya Bersua untuk coffee shop, lalu ada Saraya untuk Nusantara food,” kata dia.
Baca juga: Bank Mega Sajikan Kuliner Kekinian dan Promo Spesial di Mega Pop Up X Fresh Garden
Andalkan Kualitas Produk
Lulita menjelaskan, Iruka Izakaya dirancang menghadirkan pengalaman bersantap ala Osaka yang autentik, namun tetap disesuaikan dengan selera konsumen Indonesia. Menurutnya, kualitas bahan baku menjadi faktor utama dalam membangun keberlanjutan bisnis.
“Bahan berkualitas ini nggak cuma kita terapkan di ramen. Untuk kopi pun kami langsung memilih sumber biji kopinya,” ujarnya.
Ia mengatakan, seluruh kopi yang digunakan berasal dari biji Arabika pilihan yang diperoleh langsung dari petani agar kualitasnya tetap terjaga.
“Kopi yang benar-benar pilih, jadi kita benar-benar Arabika full,” imbuhnya.
Komitmen menjaga mutu juga diterapkan pada menu ramen yang menjadi andalan Iruka Izakaya. Meski cita rasa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia, kualitas bahan baku tetap menjadi prioritas.
Menurut Lulita, strategi tersebut juga didukung dengan desain restoran yang menghadirkan nuansa khas Osaka. Konsep visual ini sengaja disiapkan untuk menarik minat generasi muda yang gemar berburu tempat makan dengan tampilan menarik.
“Kita tahu Gen Z suka foto-foto. Sehingga dengan tampilan kami bisa masuk ke Gen Z. Tapi menunya tetap berkualitas dengan harga terjangkau,” tuturnya.
Mengenai harga, untuk makanan yang ditawarkan mulai dari Rp40.000-Rp50.000. Sedangkan minuman berkisar Rp20.000-Rp35.000.
“Harga sangat affordable. Dengan harga terjangkau, dan konsep yang autentik, kami yakin di sini bisa dapet omzet Rp200 juta setiap bulan. Itu sudah oke,” jelasnya.
Baca juga: Unilever Food Solutions Perkenalkan 5 Tren Kuliner 2024 untuk Bisnis Horeka di Indonesia
Bidik Keberlanjutan Usaha
Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih menjadi perhatian pelaku usaha, Lulita mengaku tetap optimistis terhadap prospek bisnis kuliner.
Ia menilai, konsumen masih bersedia membelanjakan uangnya selama produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik dengan harga yang sepadan.
“Produk itu nomor satu. Kalau produknya bagus tapi harganya terlalu mahal, nanti masyarakat yang ‘mending-mending’ nggak bisa masuk. Jadi kita ingin semua bisa menikmati,” katanya. (*)


