Poin Penting
- Ekonomi global diproyeksikan membaik pada 2027, sejalan dengan perkiraan IMF, Bank Dunia, dan OECD, meski konflik geopolitik masih membayangi 2026
- Ekonomi Indonesia tetap solid, dengan pertumbuhan 5,29 persen pada kuartal II 2026 dan 5,45 persen pada semester I 2026, ditopang investasi dan konsumsi
- Pemerintah tetap waspada terhadap risiko geopolitik, fluktuasi harga energi dan komoditas, fragmentasi perdagangan global, serta kebijakan negara maju.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memrpoyeksikan perekonomian global mulai membaik dan meningkat pada 2027. Hal ini sejalan dengan perkiraan berbagai lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Purbaya menjelaskan, konflik di Timur tengah, khususnya Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran masih bergejolak sehingga terus membayangi keinerja pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global tahun 2026.
“Namun demikian, berbagai lembaga internasional, Bank Dunia, IMF dan OECD memproyeksikan perekonomian global akan kembali meningkat pada tahun 2027,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.
Baca juga: Pajak Industri Baja-Bangunan Diduga Bocor Rp10 T, Purbaya Janji Usut Tuntas di 2027
Di tengah berbagai kondisi dan gejolak global tersebut, kata Purbaya, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen atau 5,45 persen di semester I 2026. Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh peningkatan investasi yang tumbuh sebesar 6,87 persen.
Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06 persen dan konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen untuk pendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Dari sisi suplai, ekonomi kuartal II 2026 tumbuh didorong oleh penguatan kinerja sektor perdagangan, konstruksi serta sektor informasi dan komunikasi.
“Pemerintah memandang bahwa perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan stabil. Meskipun masih dihadapan pada berbagai tantangan dan ketidakpastian global,” imbuhnya.
Baca juga: Airlangga Ungkap Strategi Baru Pemerintah Dorong Ekonomi
Meski demikian, Purbaya menyampaikan pemerintah akan tetap mewaspadai kondisi ke depan terkait dengan perkembangan geopolitik, harga energi, fregmentasi perdagangan global, hingga kebijakan moneter di negara maju.
“Perkembangan geopolitik, fluktuasi harga energi dan komoditas, fragmentasi perdagangan global, serta arah kebijakan moneter dan perdagangan negara-negara maju merupakan tantangan yang akan terus diwaspadai ke depan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


