Poin Penting
- BRI mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap penawaran investasi berimbal hasil tinggi, terutama yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tidak wajar
- Sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami produk, risiko, dan legalitas pihak yang menawarkan investasi, termasuk memastikan lembaga pengawasnya
- BRI mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mentransfer dana atau memberikan data pribadi, serta segera melapor melalui kanal resmi jika menemukan indikasi penipuan.
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, terutama yang menawarkan imbal hasil tinggi.
Di tengah beragamnya pilihan investasi, pemahaman mengenai karakteristik produk, risiko, serta pihak yang menawarkan menjadi hal penting sebelum masyarakat menempatkan dana.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi merupakan perkembangan yang positif. Menurutnya, informasi yang memadai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat mempertimbangkan pilihan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
“Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut. Dengan informasi yang utuh, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih bijak,” ujar Dhanny dikutip 29 Agustus 2026.
Baca juga: Menyoal Kasus Kredit Macet BRI Rp922 Miliar: Kredit Lunas, Kerugian Negara Hanya Khayalan Belaka
Masyarakat juga perlu mencermati penawaran yang menjanjikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar, terutama apabila informasi mengenai produk dan pihak yang menawarkan tidak disampaikan secara jelas.
Pemahaman mengenai legalitas pihak yang menawarkan dan pihak yang berwenang mengawasi produk juga menjadi bagian penting sebelum masyarakat menempatkan dana.
Penggunaan nama, logo, atau identitas perusahaan maupun institusi tertentu juga tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan resmi dengan pihak yang menawarkan investasi.
“BRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak,” jelas Dhanny.
Apabila masyarakat menerima penawaran investasi dari oknum yang menjanjikan imbal hasil atau bunga tinggi dan tidak wajar, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan transfer maupun memberikan data pribadi dan informasi perbankan.
Baca juga: BRI Konsisten Salurkan Kredit dengan Prinsip Kehati-hatian
Masyarakat perlu terlebih dahulu memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan, serta memverifikasi informasi mengenai produk tersebut melalui kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait, serta mengecek otoritas yang berwenang mengawasi produk tersebut.
Jika ditemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, masyarakat dapat menyimpan bukti komunikasi dan transaksi serta segera melaporkannya melalui kanal resmi BRI dan kepada pihak berwenang. (*)
Editor: Galih Pratama


