Poin Penting
- Defisit APBN Juli 2026 mencapai Rp235,6 triliun atau 0,91 persen terhadap PDB dan masih dalam kondisi terkendali
- Defisit akhir tahun diproyeksikan sekitar 2,85 persen dari PDB, dengan pemerintah telah mengantisipasi potensi tambahan belanja K/L
- Penerimaan pajak mencapai Rp1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen yoy, sementara belanja negara Rp1.969,6 triliun atau tumbuh 18,62 persen yoy.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Juli 2026 mencapai Rp235,6 triliun atau 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Defisit tetap terkendali sebesar Rp235,6 triliun atau sekitar 0,91 persen dari PDB sampai akhir Juli 2026,” kata Purbaya dalam Pelantikan Pejabat di Lingkungan Kementerian Keuangan, Kamis, 10 September 2026.
Purbaya mengaku sempat khawatir kementerian/lembaga (K/L) akan mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dalam jumlah besar lantaran defisit APBN masih berada pada level yang terkendali. Namun, kekhawatiran tersebut telah diantisipasi pemerintah hingga akhir tahun.
Baca juga: RAPBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, DPR Soroti Defisit Tetap 2,4 Persen
Bendahara negara memastikan defisit APBN hingga akhir 2026 tetap berada sesuai outlook yang telah ditetapkan, yakni sebesar 2,85 persen terhadap PDB.
“Takutnya adalah, kalau kementerian/lembaga tahu kita baru defisit 0,91 persen. Sebentar lagi kita akan menerima ABT besar-besaran. Tetapi enggak, sudah kita antisipasi sampai akhir tahun. Dan dengan angka sekarang pun, defisitnya mungkin di sekitar 2,85 persen dari PDB seperti yang kita rencanakan,” ungkapnya.
Menurut Purbaya, defisit APBN hingga Juli 2026 menunjukkan pemerintah terus mendorong peran fiskal agar lebih aktif dalam menopang pertumbuhan ekonomi domestik. Meski demikian, kebijakan tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.
“Tapi angka ini menunjukkan bahwa kita berusaha membuat fiskal lebih aktif tanpa meninggalkan kehati-hatian,” jelasnya.
Baca juga: Prabowo Patok Pendapatan Negara Rp3.426 Triliun, Defisit 2,40 Persen dalam RAPBN 2027
Di sisi lain, penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 tercatat mencapai Rp1.224,3 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 23,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, belanja negara hingga Juli 2026 mencapai Rp1.969,6 triliun atau tumbuh 18,62 persen secara tahunan (year on year/yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


