Poin Penting
- Total kekayaan 10 miliarder Indonesia mencapai sekitar Rp1.950,28 triliun.
- Low Tuck Kwong memimpin dengan kekayaan USD18,8 miliar atau sekitar Rp329,13 triliun.
- Forbes mencatat sumber kekayaan mereka berasal dari berbagai sektor, termasuk energi dan perbankan.
Jakarta – Sekitar Rp1.950,28 triliun terkumpul pada 10 miliarder dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan besarnya nilai kekayaan yang dimiliki kelompok teratas dalam daftar Forbes.
Forbes Real-Time Billionaires mencatat Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya Indonesia. Pendiri Bayan Resources itu memiliki kekayaan USD18,8 miliar atau sekitar Rp329,13 triliun.
Data tersebut dipublikasikan Forbes pada Rabu (9/9/2026). Kekayaan Low bertambah USD257 juta atau sekitar Rp4,5 triliun dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk Tak Lagi Jadi Triliuner
Total kekayaan 10 nama teratas mencapai sekitar USD111,4 miliar. Jika dikonversikan menggunakan asumsi kurs Rp17.507 per dolar AS, nilainya sekitar Rp1.950,28 triliun.
Low Tuck Kwong berada di posisi pertama dengan kekayaan USD18,8 miliar. Forbes menempatkannya di peringkat ke-147 orang terkaya dunia pada 9 September 2026.
Low dikenal Forbes sebagai “coal king” karena sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis batu bara. Ia mendirikan Bayan Resources pada 2004 yang bergerak dalam penambangan, pengolahan dan perdagangan batu bara.
Bayan Resources mencatat pendapatan USD3,4 miliar dan laba USD741,7 juta. Angka tersebut berasal dari data keuangan 2026 yang dihimpun Forbes.
Selain Bayan Resources, Low mengendalikan Metis Energy di Singapura. Ia juga memiliki kepentingan di Samindo Resources dan terlibat dalam SEAX Global.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes
Posisi kedua ditempati Prajogo Pangestu dengan kekayaan USD17,2 miliar. Nilainya setara sekitar Rp301,12 triliun berdasarkan kurs yang digunakan Forbes.
Prajogo membangun bisnis dari sektor kayu pada akhir 1970-an. Ia kemudian memperluas bisnis ke sektor petrokimia dan energi.
Melalui Barito Pacific, Prajogo mengakuisisi 70 persen Chandra Asri pada 2007. Chandra Asri kemudian berkembang menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Prajogo juga memiliki eksposur pada batu bara dan energi terbarukan. Bisnis tersebut dijalankan melalui Petrindo Jaya Kreasi dan Barito Renewables Energy.
Baca juga: Tabungan Orang Tajir di Atas Rp5 Miliar Melonjak 21,6 Persen pada Kuartal I 2026
Posisi ketiga ditempati Robert Budi Hartono dengan kekayaan USD16,8 miliar atau sekitar Rp294,12 triliun. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan di Bank Central Asia (BCA).
Bersama Michael Hartono, Budi juga memiliki kekayaan yang berasal dari bisnis rokok Djarum. Keluarga Hartono kemudian memperluas bisnis ke sektor digital dan elektronik.
Salah satunya melalui Global Digital Niaga yang menaungi platform e-commerce Blibli. Forbes juga mencatat Polytron, perusahaan elektronik milik keluarga Hartono, mulai masuk ke bisnis kendaraan listrik Indonesia pada 2025.
Selanjutnya, Anthoni Salim berada di posisi keempat dengan kekayaan USD11,3 miliar atau sekitar Rp197,83 triliun. Melalui Salim Group, bisnisnya tersebar di sektor makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi dan energi.
Tahir dan keluarga menyusul di posisi kelima dengan kekayaan USD9,5 miliar atau sekitar Rp166,32 triliun. Sumber kekayaannya berasal dari Mayapada Group yang memiliki bisnis di bidang perbankan, kesehatan, media dan properti.
Di posisi keenam ada Sri Prakash Lohia dengan kekayaan USD8,7 miliar atau sekitar Rp152,31 triliun. Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pupuk dan polimer melalui Indorama Corp.
Berikutnya, Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh dengan kekayaan USD8,4 miliar atau sekitar Rp147,06 triliun. Kekayaannya terutama berasal dari bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
Marina Budiman berada satu tingkat di bawahnya, yakni posisi kedelapan, dengan kekayaan USD6 miliar atau sekitar Rp105,04 triliun. Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus Presiden Komisaris DCI Indonesia.
Baca juga: Daftar 15 Orang Terkaya Indonesia Mei 2026, Siapa Paling Tajir?
Sementara itu, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di posisi kesembilan dengan kekayaan USD4,9 miliar atau sekitar Rp85,78 triliun. Keluarganya memiliki bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan bauksit dan pengolahan nikel.
Theodore Rachmat kemudian melengkapi 10 besar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD4,9 miliar atau sekitar Rp85,78 triliun. Pendiri Triputra Group ini memiliki bisnis di sektor pertanian, manufaktur dan pertambangan.
Berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires per 9 September 2026:
- Low Tuck Kwong — USD18,8 miliar atau sekitar Rp329,13 triliun.
- Prajogo Pangestu — USD17,2 miliar atau sekitar Rp301,12 triliun.
- Robert Budi Hartono — USD16,8 miliar atau sekitar Rp294,12 triliun.
- Anthoni Salim — USD11,3 miliar atau sekitar Rp197,83 triliun.
- Tahir dan keluarga — USD9,5 miliar atau sekitar Rp166,32 triliun.
- Sri Prakash Lohia — USD8,7 miliar atau sekitar Rp152,31 triliun.
- Otto Toto Sugiri — USD8,4 miliar atau sekitar Rp147,06 triliun.
- Marina Budiman — USD6 miliar atau sekitar Rp105,04 triliun.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — USD4,9 miliar atau sekitar Rp85,78 triliun.
- Theodore Rachmat — USD4,9 miliar atau sekitar Rp85,78 triliun.
Kekayaan Miliarder Bisa Berubah
Daftar Forbes tersebut bersifat real-time sehingga nilainya tidak tetap. Kepemilikan perusahaan publik diperbarui setiap lima menit ketika pasar saham terkait dibuka.
Forbes menggunakan harga saham dengan jeda sekitar 15 menit dalam pembaruan tersebut. Kekayaan miliarder yang sebagian besar berasal dari perusahaan privat diperbarui sekali sehari.
Pergerakan harga saham dapat mengubah nilai kekayaan dan posisi para miliarder. Perubahan tersebut terlihat pada Low Tuck Kwong, Prajogo Pangestu dan Robert Budi Hartono sepanjang 2026.
Pada Juli, Low berada di posisi pertama dengan kekayaan US$16,8 miliar. Prajogo kemudian sempat kembali memimpin pada Agustus dengan kekayaan US$17,5 miliar.
Data Forbes per 9 September 2026 kembali menempatkan Low di posisi teratas. Sepuluh miliarder tersebut secara keseluruhan memiliki kekayaan sekitar US$111,4 miliar atau Rp1.950,28 triliun.
Besarnya akumulasi tersebut memperlihatkan konsentrasi kekayaan pada nama-nama teratas daftar Forbes. Orang terkaya di Indonesia dalam daftar ini berasal dari sektor batu bara, energi, petrokimia, perbankan, pusat data, kelapa sawit dan nikel. (*)
Editor: Yulian Saputra


