Poin Penting
- Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mendapat lampu hijau dari Danantara untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani
- Akuisisi PNM direncanakan lewat skema barter dengan PT Geo Dipa Energi yang kini berada di bawah Kemenkeu
- PNM akan diarahkan menjadi Bank UMKM guna memperkuat penyaluran KUR dengan bunga kredit yang lebih rendah.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari Daya Anagata Nusantara (Danatara) untuk mengambilalih PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
“PNM dalam proses pembicaraan dengan Danantara, sudah dapat lampu ijo,” ungkap Purbaya saat ditemui di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Rencananya, kata Purbaya, pengambilalihan PNM tersebut akan dilakukan skema tukar guling dengan PT Geo Dipa yang saat ini di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Kelihatannya tuker sama Geo Dipa. Saya mau minta dua-duanya nggak boleh,” jelas Purbaya.
Baca juga: Purbaya Janji Tak Pungut Pajak Baru Sampai Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Meski demikian, Purbaya belum bisa memastikan kapan rencana tersebut secara resmi dilaksanakan. Ia hanya menyebutkan akan segera melakukan barter antara PT PNM dan PT Geo Dipa.
Sebelumnya, Purbaya tengah mempertimbangkan melakukan skema pertukaran antara PNM yang saat ini di bawah Danantara dengan PT Geo Dipa Energi di bawah Kementerian Keuangan.
Hal tersebut seiring dengan rencana Kementerian Keuangan yang ingin mencaplok PNM untuk memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nantinya akan dibentuk menjadi Bank UMKM.
Purbaya mengaku telah melakukan diskusi terkait dengan pertukaran tersebut dengan Danantara, namun rencana itu masih dalam tahap pertimbangan. Ia menyatakan, saat ini fokus utamanya adalah bagaimana Kementerian Keuangan bisa mengambilalih PNM untuk dijadikan bank khusus UMKM.
“Tadi sudah sempet diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi. Yang jelas masih fokusnya di gimana departemen keuangan bisa mengambil alih PNM untuk supaya kita bisa menyalurkan KUR lewat situ dan ke depannya dalam beberapa tahun kita bentuk suatu bank yang disebut bank UMKM betulan,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.
Bendahara negara ini menegaskan, nantinya skema dari Bank UMKM ini tidak akan berorientasi terhadap keuntungan (profit oriented) semata, melainkan memberikan bunga kredit yang rendah kepada pelaku UMKM untuk menciptakan ekosistem yang lebih luas. Meski demikian, bank tersebut akan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tetap berkelanjutan.
Baca juga: Perbanas Wanti-wanti Risiko di Balik Wacana PNM jadi Bank UMKM
“Ini bukan profit oriented. Iya nggak rugi, tapi nggak gila-gilaan bunganya. Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM nanti didesain ekosistem yang menyeluruh,” jelasnya.
Purbaya juga menyatakan masih menghitung lebih lanjut terkait besaran dana yang dibutuhkan untuk melakukan pertukaran tersebut.
“Nanti di-value kalau perlu. Tapi kalau barter ya lebih kecil, kita lihat nanti masih diskusi,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


