Poin Penting:
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan berangkat haji pada 21 Mei 2026 selama 10 hari.
- Purbaya mengaku telah melakukan persiapan ibadah haji sejak dua pekan terakhir, termasuk mempelajari doa-doa haji.
- Pemerintah menyiapkan skema Bond Stabilization Fund dengan target dana Rp2 triliun per hari masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada Kamis, 21 Mei 2026.
Purbaya mengatakan keberangkatannya akan dilakukan apabila tidak ada kendala dalam agenda pemerintahan yang sedang berjalan.
“Kamis (21/5), kalau enggak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Jet Tempur Baru Resmi Tiba, Purbaya Pastikan Anggaran Alutsista Tak Ganggu APBN
Purbaya mengungkapkan bahwa persiapan ibadah haji telah dilakukan sejak dua pekan terakhir, termasuk mempelajari doa-doa yang akan digunakan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Purbaya Siapkan Ibadah Haji sejak 2 Pekan
Menurut Purbaya, persiapan keberangkatan haji dilakukan secara bertahap, termasuk memperdalam doa-doa yang akan digunakan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga,” ucapnya.
Purbaya juga memastikan dirinya akan menjalani ibadah haji selama sekitar 10 hari.
Baca juga: Purbaya Nilai Ucapan Prabowo soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Cuma Hiburan
Purbaya Hadiri Ratas Ekonomi Bersama Sejumlah Menteri
Sebelum menyampaikan rencana keberangkatan hajinya, Purbaya terlebih dahulu mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Rapat terbatas tersebut diikuti sejumlah pejabat bidang ekonomi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Usai rapat, Purbaya menjelaskan pemerintah terus mengambil langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya melalui penguatan keterlibatan di pasar obligasi.
“Kita sudah masuk ke ‘bond market‘ bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu.
Baca juga: Balas Kritik Media Asing, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Lebih Aman Dibanding Eropa
Purbaya Dorong Stabilitas Pasar Obligasi
Pemerintah, lanjut Purbaya, berencana menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia melalui pengelolaan kas.
Saat ditanya mengenai besaran dana yang akan digelontorkan, Purbaya mengatakan dirinya meminta sekitar Rp2 triliun per hari masuk ke pasar obligasi.
“Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya ‘cash management‘ saja. Jadi tidak masalah,” jelas Purbaya.
Baca juga: DPR Temukan Keluhan Menu Katering Haji, Timwas Siap Tinjau ke Tanah Suci
Menurutnya, perputaran dana di pasar obligasi dapat memperkuat sentimen positif pasar sehingga investor asing berpotensi kembali masuk dan membantu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Pada akhir keterangannya, Purbaya kembali menegaskan agenda keberangkatan hajinya dijadwalkan berlangsung mulai 21 Mei selama 10 hari di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


