Poin Penting
- PTPP membukukan laba bersih Rp193,46 miliar pada semester I 2026, melonjak 196,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
- Pendapatan usaha turun menjadi Rp5,95 triliun akibat melemahnya segmen jasa konstruksi, meski pendapatan properti dan realti meningkat
- Total aset PTPP naik menjadi Rp43,36 triliun, didukung penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp5,19 triliun.
Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp193,46 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perolehan laba tersebut melonjak 196,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp65,24 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp31, dari sebelumnya Rp11.
Di sisi lain, pendapatan usaha PTPP tercatat menurun menjadi Rp5,95 triliun pada semester I 2026, dibandingkan Rp6,70 triliun pada semester I 2025.
Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh melemahnya kontribusi dari segmen jasa konstruksi yang turun menjadi Rp4,89 triliun, dari Rp5,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Siapa Aisyah Zakiyyah? Komisaris Muda PTPP yang Ramai Diperbincangkan
Sementara itu, segmen properti dan realti justru mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp458,27 miliar, dibandingkan Rp326,74 miliar pada semester I 2025.
Adapun pendapatan dari segmen lainnya terdiri atas jasa pertambangan sebesar Rp168,41 miliar, engineering, procurement, and construction (EPC) sebesar Rp161,27 miliar, pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi sebesar Rp155,86 miliar, serta persewaan peralatan sebesar Rp51,87 miliar.
Selain itu, PTPP juga membukukan pendapatan dari segmen jalan tol sebesar Rp37,43 miliar, segmen energi sebesar Rp27,40 miliar, dan segmen pracetak sebesar Rp454,90 juta.
Baca juga: PTPP Resmikan Dua Proyek Rumah Sakit, Nilai Kontrak Capai Rp857,4 Miliar
Di tengah penurunan pendapatan, PTPP berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp5,19 triliun pada semester I 2026, dari Rp5,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset PTPP meningkat menjadi Rp43,36 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan posisi Rp42,98 triliun pada 31 Desember 2025.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp38,67 triliun dan total ekuitas mencapai Rp4,37 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


